
Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Meningkatkan Resiko Obesitas pada Anak
Author(s) -
Ismalia Qanit,
Cahaya Carla Bangsawan
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal penelitian perawat profesional/jurnal penelitian perawat profesional
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2715-6885
pISSN - 2714-9757
DOI - 10.37287/jppp.v2i1.46
Subject(s) - gynecology , medicine
Obesitas merupakan masalah kesehatan dunia yang cukup serius dengan perkiraaan jumlah anak yang mengalami obesitas sebanyak 42 juta. Obesitas diartikan sebagai penumpukan lemak berlebih yang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemberian makanan pendamping ASI sebelum usia 6 bulan. MP ASI pada anak sebelum usia 6 bulan dapat menyebabkan obesitas karena adanya peningkatan asupan kalori. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan untuk "mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal salah satu faktor penghambat pemberian ASI eksklusif adalah pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini. Jenis dan jumlah makanan yang tidak sesuai dengan waktu pemberian selama masa bayi meningkatkan risiko obesitas dalam kehidupan. ). Penelitian yang dilakukan pada 847 anak-anak prasekolah menjelaskan bahwa di antara anak-anak yang tidak pernah disusui atau disusui kurang dari 4 bulan, dengan engenalan makanan pendamping sebelum usia 4 bulan dikaitkan dengan peningkatan enam kali lipat kemungkinan obesitas pada usia 3 tahun. pengenalan makanan padat atau makanan pendamping ASI untuk anak sebelum 6 bulan dikaitkan dengan peningkatan resiko obesitas atau kelebihan berat badan karena diketahui dapat mengakibatkan peningkatan endapan lemak sehingga meningkatkan resiko obesitas di kemudian hari