z-logo
open-access-imgOpen Access
Open Debate Constructive Campaign Format in the 2018 West Java Regional Election
Author(s) -
Hanafi Hanafi
Publication year - 2018
Publication title -
artcomm : jurnal komunikasi dan desain
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
ISSN - 2597-5188
DOI - 10.37278/artcomm.v1i2.112
Subject(s) - humanities , political science , art
Pilkada Jabar 2018 menyisakan waktu kurang dari satu semester kedepan. Pesta demokrasi untukmemilih para elit nomor satu daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) se Jawa Barat periode 2018 –2023 ini, akan berlangsung pada sekitar pertenganhan 2018 mendatang. Mengingat nilai strategisdan pentingnya ajang politik ini bagi masa depan Jawa Barat sendiri, dibutuhkan sebuah formatyang konstruktif dalam kampanye para calon, khususnya melalui kampanye debat terbuka. Calonmana yang terpilih nantinyalah yang akan membawa Jawa Barat menjemput masa depan limatahunanya. Makalah ini bertujuan untuk menemukan, dan mengetahui berbagai data atau informasimengenai format konstruktif kampanye debat terbuka pada Pilkada Jabar 2018, sehinggaditemukan dan diperoleh gambaran mengenai format konstruktif itu sendiri secara jelas.Adapun dalam bagian pembahasan diperoleh hasil yang dapat dijelaskan yakni: Pertama,Isi/Substansi pokok dalam kampanye debat terbuka pada Pilkada 2018 nanti, selayaknya berkisartentang hal dan urusan pokok yang membumi dan sesuai jatidiri dan karakteristik Jawa Barat.Kedua, Periodisasi pelasanaan kampanye debat terbuka ini, secara garis besar berisikan tiga (3)tahap, yaitu tahap I, II, dan III. Tahapan ini untuk mengukur keterkaitan kuat antara profil, prestasi,kompetensi, dan wawasan para calon dengan jatidiri kedaerahan serta loyalitas ke Jawa Baratanmereka; kesinambungannya dengan perencanaan program dan kebijakan yang dirancang paracalon; dan menguji kemampuan para calon dalam membawa nilai potitioning dan harkat JawaBarat di tingkat nasional bahkan internasional. Ketiga, Kemasan dan setting, kampanye debatterbuka Pilkada Jabar 2018 sebaiknya diukur dengan batasan-batasan nilai sopan-santunmasyarakat, nilai etis kedaerahan serta kearifan local yang senantiasa diwariskan secara turuntemurunditengahmasyarakatpasundanyangreligius.  

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here