
SISTEM PEMANTAUAN KETINGGIAN PERMUKAAN AIR BERBASIS WIRELESS PADA MODEL MINIATUR BENDUNGAN
Author(s) -
Anugrah Adiwilaga,
Imam Taufiqurrahman
Publication year - 2021
Publication title -
journal of energy and electrical engineering
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2720-989X
DOI - 10.37058/jeee.v3i1.3673
Subject(s) - physics , operating system , computer science
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PUSAIR) merupakan salah satu lembaga litbang milik kementrian PUPR yang memiliki berbagai fungsi beberapa diantaranya adalah penelitian dan pengembangan, pelayanan uji laboratorium dan lapangan, sertifikasi, inspeksi, kalibrasi, dan advis teknis di bidang sumber daya air. Seiring meningkatnya berbagai kegiatan penelitian serta kebutuhan pencatatan data yang praktis, maka PUSAIR mulai meningkatkan kemampuan beberapa alat laboratoriumnya dimana salah satunya adalah mekanisme pencatatan data. Sangat penting untuk melakukan pencatatan hasil pengukuran yang praktis, cepat dan tepat agar para peneliti dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas penelitian. Namun kondisinya belum semua alat yang ada mendapatkan digitalisasi, salah satunya alat pembacaan ketinggian permukaan air pada model bendungan yang mana masih menggunakan alat ukur manual dan melibatkan beberapa orang untuk melakukannya serta data yang didapat perlu konversi dari catatan dikertas kepada perangkat lunak spreadsheet. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat sistem pemantauan ketinggian permukaan air pada model bendungan secara “realtime” berbasis wireless untuk memudahkan pengguna dalam kegiatan pengambilan data percobaan. Rancangan desain sistem terdiri dari 2 buah perangkat yaitu Sensor Node dan Receiver Node yang diimplementasi menggunakan Sensor Waterlevel Sensor sebagai sensor ketinggian permukaan air, mikrokontroler ATMega328 sebagai pengolah data, Xbee-Pro S2C 2.4 Ghz sebagai modul komunikasi, Buck-Converter, DC power Supply sebagai supply daya, serta LCD 16x2 dan buzzer sebagai indikator. Hasil pengujian system menunjukan bahwa komponen dan modul yang digunakan sudah bekerja sesuai fungsi yang dikendalikan mikrokontroler. Pembacaan ketinggian permukaan air oleh Etape waterlevel sensor mampu membaca dengan rata-rata penyimpangan kurang dari 1%. Pengiriman data berhasil mengirim data sebanyak 100% data ke Receiver Node sesuai dengan harapan dan tanpa adanya gangguan koneksi. Pengguna sistem dapat melakukan pengukuran dan perekaman data ketinggian air secara real time dari ruang pantau tanpa perlu mendatangi model bendungan.