
A Takmilah Reading of Spiritual Imagery in the Poems of Abizai Abi
Author(s) -
Sakinah Abu Bakar
Publication year - 2018
Publication title -
malay literature/malay literature
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2682-8030
pISSN - 0128-1186
DOI - 10.37052/ml.31(2)no6
Subject(s) - poetry , greatness , praise , literature , japanese literature , art , philosophy
This article focuses on a number of poems by Zainal Abidin Bin Haji Suhaili, better known as Abizai Abi, in his anthology of poems entitled Sinar Benar [ True Ray of Light ]. Abizai has been prolific in producing beautiful and meaningful poems of high quality. However, not many in-depth studies of his works have been conducted. This study attempts to examine several poems selected from Sinar Benar by employing the Takmilah Theory. Being an important writer in Malaysia, especially in the state of Sarawak, Abizai stands out through his application of spiritual imagery, in line with his framework of thought consistently anchored in the “relationship between human beings and Allah”. This framework of thought encompasses issues of piety and obedience to Allah (SWT), which is entirely in line with the Takmilah Theory. This study finds that the beauty of Abizai Abi’s poetry lies in its refined, meaningful and effective language. The poems studied also reveal that a good relationship between human beings and nature is the basis of a good relationship with the Great Creator. Abizai Abi’s thinking is conveyed through the diction of his symbolism, which foregrounds “piety” and “utter humility”. He attempts to demystify nature and examine it spiritually, and relate it to the Greatness and Might of Allah (SWT) as the One who owns all. Keywords: Abizai Abi, poems, Sinar Benar , Takmilah Theory Abstrak Makalah ini memfokuskan penelitian terhadap sejumlah puisi Abizai Abi dalam kumpulan puisi perseorangan yang berjudul Sinar Benar . Abizai merupakan seorang penyair yang sangat produktif dalam menghasilkan puisi yang baik, indah dan bermakna. Namun begitu, tidak banyak kajian yang mendalam dilakukan terhadapnya. Kajian ini cuba menelusuri sejumlah puisi terpilih dari antologi puisinya berjudul Sinar Benar dari perspektif Teori Takmilah. Sesuai dengan kedudukannya sebagai penyair yang penting khususnya di Sarawak dan secara amnya di Malaysia, Abizai tampil dengan citra kerohanian daripada kerangka pemikirannya yang berlandaskan “hubungan manusia dengan Allah” secara konsisten. Kerangka pemikiran tersebut melampaui isu ketakwaan dan ketaatan manusia kepada Allah Azzawajjalla. Hal ini amat bertepatan dengan kecenderungan Teori Takmilah. Penelitian ini mendapati keindahan puisi Abizai Abi terpamer dari sudut bahasa yang diungkapkan dengan begitu halus, bermakna dan berkesan. Puisi tersebut juga menggambarkan hubungan baik sesama insan dan dengan alam sebagai landasan menjalin hubungan dengan Yang Maha Pencipta. Pemikiran Abizai Abi dititipkan melalui diksi perlambangan yang menyerlahkan makna “ketaatan” dan “kekerdilan diri”. Beliau cuba menyingkap kejadian alam dan menelusurinya dengan mata hati untuk menghubungkannya dengan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT sebagai pemilik segala- galanya. Kata kunci: Abizai Abi, puisi, Sinar Benar, teori takmilah