z-logo
open-access-imgOpen Access
Pola, Sistem dan Estetika Fitrah dalam Puisi daripada Kumpulan Puisi Yang Menyala Karya Norjannah Ma: Satu Kritikan Fitrah
Author(s) -
Sohaimi Abdul Aziz
Publication year - 2018
Publication title -
malay literature/malay literature
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2682-8030
pISSN - 0128-1186
DOI - 10.37052/ml.31(1)no7
Subject(s) - humanities , art
Salah satu aspek penting dalam ajaran Islam ialah fitrah. Muslimin diwajibkan mempercayai fitrah sebagai sesuatu yang wujud semenjak azali lagi. Manusia diyakini berpotensi Islam, iaitu mereka diciptakan untuk mengabdikan dirinya kepada Allah. Mereka yang tidak dilahirkan sebagai Muslim seperti Norjannah MA, yang kemudiannya kembali kepada fitrahnya apabila memeluk agama Islam. Penulis yang berstatus mualaf ini melalui proses mengenal dan mendalami agama baharunya. Tujuan kajian dalam makalah ini adalah untuk membincangkan persoalan fitrah yang dilalui oleh Norjannah MA, dan bagaimana persoalan itu disampaikan dalam karyanya yang bertajuk Kumpulan Puisi Yang Menyala (2017). Kajian ini menggunakan teori kritikan fitrah yang berasaskan tiga prinsip, iaitu pola, sistem dan estetika fitrah. Hasil kajian ini menunjukkan pola fitrah yang berteraskan akidah menjadi topik penting dalam karya ini. Cinta kepada Allah menjadi pola fitrah yang dominan. Mencari cinta Allah itu tidak mudah dan sistem fitrah menunjukkan bahawa nafsu amarah sering menjadi halangan yang kuat kepada Norjannah. Dari segi estetika fitrah, pola fitrah dan sistem fitrah yang bincangkan tidak memperlihatkan penyampaian yang puitis. Istilah Arab banyak digunakan sehingga kehadirannya mengganggu ekspresi penulis dan penghayatan pembaca. Kata kunci: Fitrah, kritikan fitrah, Norjannah MA, Kumpulan Puisi Yang Menyala Abstract One of the most important aspects of Islamic teachings is nature (fitrah). Muslims are obliged to believe in nature as something that has existed since its creation. Man is believed to have the potential of becoming Muslim, so he is obligated to devote himself to Allah, the Creator. Some people are not born Muslim but later enter into Islam, such as Norjannah MA, who was born a non-muslim but later became a muallaf, a Muslim revert. As a Muslim revert, she most likely goes through the process of understanding her new religion. The purpose of this paper is to examine the return to the fitrah—the original or natural state—as experienced by Norjannah MA herself, and how it is addressed in her work titled Kumpulan Puisi Yang Menyala ( 2017 ) . This study uses the theory of fitrah criticism, which is based on three principles namely the pattern, system and aesthetics of fitrah, or the natural state. The results of this study show that the love and belief of God (akidah) which burns in her heart becomes a dominant pattern of nature. Seeking God’s love is not easy and the natural state (fitrah) shows that anger is often a strong impediment to Norjannah. In comparison to the natural aesthetic, the natural pattern and system discussed are not expressed poetically. Arabic terms are widely used, and their presence interferes with the author’s expression, as well as the reader’s appreciation of the text. Keywords : fitrah, fitrah critism , Norjannah M.A., Kumpulan puisi yang menyala

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here