
Prediksi Pemakaian Obat Kronis Menggunakan Metode Monte Carlo
Author(s) -
Jefri Rahmad Mulia,
Gunadi Widi Nurcahyo
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal informasi dan teknologi
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 2714-9730
DOI - 10.37034/jidt.v4i2.198
Subject(s) - medicine , gynecology , traditional medicine
Rumah sakit merupakan salah satu tempat yang dikunjungi untuk mendapatkan pelayanan pengobatan, rumah sakit juga menyediakan pelayanan pengobatan berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan juga pelayanan farmasi untuk mendapatkan obat. Pelayanan farmasi di rumah sakit dijalankan oleh suatu unit atau instalasi yang pada umumnya disebut Instalasi Farmasi. Instalasi Farmasi harus menjamin terpenuhinya kebutuhan pasokan obat secara optimal, agar tidak terjadi penumpukan maupun kekurangan stok obat. Manajemen persediaan obat menjadi sangat krusial karena Instalasi Farmasi memainkan peran penting dalam menunjang pendapatan (revenue) rumah sakit. Perencanaan yang baik juga harus diiringi dengan pengelolaan dan pemantauan (controlling) stok obat tepat serta evalusi secara berkala. Dukungan teknologi dan sistem informasi akan memudahkan tim manajemen dalam melakukan perencanaan, pengelolaan dan pemantauan serta evaluasi terhadap persediaan obat. Supaya rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pasien maka perlu bagi rumah sakit memiliki persediaan obat yang dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu sehingga kebutuhan pengobatan pasien dapat terpenuhi. Penelitian ini menggunakan data pemakaian obat kronis di RSI. Siti Rahma Padang yang diambil dari tahun 2017 sampai tahun 2019. Data yang diolah dalam penelitian sebanyak 12 jenis obat. Berdasarkan analisa terhadap data tersebut terdapat 5 jenis penyaki kronis. Selanjutnya data diolah menggunakan algoritma Monte Carlo. Hasil dari pengujian terhadap metode ini adalah untuk mendapatkan prediksi pemakaian obat kronis dengan tingkat akurasinya yang tepat. Dari hasil pengujian didapatkan 5 jenis obat yang tingkat akurasinya di atas 80% dan 7 jenis obat yang tingkat akurasinya di bawah 80% sehingga dapat membantu RSI.Siti Rahma dalam pengambilan keputusan dimasa yang akan datang.