
Ketahanan Hidup Bibit Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Dan Nilai Parameter Kimiawi Lingkungan Pada Media Pemeliharaan Bioflok Dengan Debris Daluga Sebagai Sumber Karbon
Author(s) -
Emma Mauren Moko,
Ferencia Esananda Rattu,
Ernest Hanny Sakul,
Orbanus Naharia,
Aser Yalindua,
Livana Dethris Rawung
Publication year - 2021
Publication title -
fullerene : journal of chemistry
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2598-5868
pISSN - 2598-1269
DOI - 10.37033/fjc.v6i1.253
Subject(s) - zoology , biology , physics
Bioflok adalah teknik budidaya ikan untuk mengelola lingkungan budidaya dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan penggunaan pakan dan sisa hasil metabolisme dengan penambahan sumber karbon organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan hidup bibit ikan mujair (Oreochromis mossambicus) dan nilai parameter kimiawi lingkungan pada media pemeliharaan bioflok dengan debris daluga (Crytosperma merkusii) sebagai sumber karbon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah tanpa bioflok, C:N=15, C:N=20, dan C:N=25. Hewan uji ikan mujair dengan panjang rata-rata 5,5 cm di tebar 10 ekor setiap ember. Parameter yang diamati adalah kualitas air yang meliputi suhu, pH, konduktivitas, dan redoks dan Survival Rate (SR) ikan mujair. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan terbaik pada C:N=25 dengan persentase SR tertinggi yaitu, 86,67%. Kualitas air selama penelitian ada pada kondisi optimal di setiap perlakuan.