
HUBUNGAN FREKUENSI MINUM SOFT DRINK TERHADAP pH SALIVA DAN ANGKA DMF-T PADA SISWA/I KELAS XI IPA MAN 2 MODEL JALAN WILLIEM ISKANDAR NO. 7A KEC. MEDAN TEMBUNG TAHUN 2014
Author(s) -
Intan Aritonang
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal ilmiah pannmed (pharmacist, analyst, nurse, nutrition, midwivery, environment, dentist)/jurnal ilmiah pannmed
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-2764
pISSN - 2623-0046
DOI - 10.36911/pannmed.v9i2.318
Subject(s) - saliva , physics , chemistry , biochemistry
Soft drink adalah minuman ringan yang mengandung karbonasi yang dapat menurunkan pHsaliva,yaitu keadaan saliva menjadi asam, dan hal ini dapat membuat gigi jadi lebih rentan menjadikaries, dan jika frekuensi minum tinggi maka keadaan saliva lebih sering dalam keadaan asam. Jenispenelitian adalah penelitian analitik dengan uji korelasi persen suatu penelitian untuk mengetahuihubungan antara frekuensi meminum soft drink terhadap pH saliva dan hubungan antara frekuensisoft drink dengan angka DMF-T. dengan cara pemeriksaan terhadap pH saliva dan angka DMF-T.penelitia ingin mengetahui pengaruh frekuensi minum soft drink terhadap pH saliva dan angka DMFTpada siswa/I kelas XI ipa Man 2 Model Medan. Dari 32 siswa yang memiliki pH 4 ada 7 orang, 5ada 19 orang dan 6 ada 6 orang, dan frekuensi minum dalam 1 minggu 0 dalam 1 minggu 3 orang, 1kali seminggu 3 orang, 2 kali seminggu 11 orang, 3 kali seminggu 2 orang, 4 kali seminggu 1 orang, 5kali seminggu 6 orang , 6 kali seminggu 2 orang, 8 kali seminggu 2 0rang, 9 kali seminggu 2 orang.Penelitian tentang pengaruh mengkonsumsi soft drink terhadap pH saliva dan angka DMF-T padasiswa/I kelas XI IPA MAN 2 Model Medan adalah semakin banyak frekuensi minum soft drink makasemakin rendah angka pH saliva dan semakin tinggi frekuensi minum soft drink maka semakin rendahangka DMF-T di dukung dengan kebiasaan siswa/I yang meminum soft drink pada istirahat ataubersantai, dan tidak berkumur-kumur setelah minum soft drink tersebut