
MUTU ORGANOLEPTIK CIDER JAMBU BIJI (Psidium guajava) PADA VARIETAS YANG BERBEDA
Author(s) -
Ida Nurhayati
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal ilmiah pannmed (pharmacist, analyst, nurse, nutrition, midwivery, environment, dentist)/jurnal ilmiah pannmed
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-2764
pISSN - 2623-0046
DOI - 10.36911/pannmed.v9i2.260
Subject(s) - food science , physics , horticulture , mathematics , chemistry , biology
Indonesia termasuk negara penghasil buah-buahan. Dengan berlimpahnya buah-buahan maka dilakukanpengawetan. Cider (Anggur buah) merupakan salah satu cara pengawetan untuk menambah nilai ekonomisbuah, selain itu cider merupakan salah satu minuman beralkhohol yang rasanya manis, mempunyai aromaharum dan khas dibuat melalui fermentasi khamir jenis Sacharomyces cerevisiae. Buah jambu bijimempunyai kadar vitamin C tinggi yaitu 87% dan vitamin A 25% serta kandungan karbohidrat 12,2%,selain itu juga mengandung zat mineral, besi, fosfat dan kapur.(Rismunandar,1997).Cider telah lama dikenalsejak berabad-abad yang lalu sebagai minuman tradisional Negara Timur Tengah dan Eropa. Adanyakemajuan teknologi kini minuman anggur tidak hanya dibuat dari beras atau buah anggur namun buah -buahan yang rasanya manis juga dapat dibuat cider. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutuorganoleptik cider jambu biji dengan varietas yang berbeda (yaitu cider dari jambu biji biasa dibandingkandengan cider dari jambu biji bangkok). Penilaian mutu organoleptik dilakukan dengan cara menilai warna,rasa, aroma dan konsistensi cider jambu biji. Selanjutnya dilakukan penghitungan kadar alkohol yangdihasilkan oleh cider tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimen yang dilakukan pada tanggal 10-17 Maret2003 di laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Medan. Pembuatan cider jambu biji biasadan jambu biji bangkok masing-masing dilakukan dengan ulangan sebanyak dua kali. Penelitian inimenggunakan 2 (dua) perlakuan dan 2 (dua) ulangan sehingga terdapat 4 (empat) unit percobaan. Terdapatperbedaan nyata rasa (F hitung 8,82 > F tabel 3,34) dan aroma (F hitung 10,44 > F tabel 3,34) antara ciderjambu biji biasa dengan jambu biji bangkok. Namun warna (F hitung 2,24 > F tabel 4,20) dan kekentalan (Fhitung 2,64 < F tabel 3,34) tidak menunjukkkan perbedaan nyata. Mutu organoleptik yang meliputi warna,rasa, aroma dan kekentalan cider jambu biji biasa lebih disukai dari pada jambu biji bangkok. Mutuorganoleptik yang meliputi warna, rasa, aroma dan kekentalan cider jambu biji biasa lebih disukai dari padajambu biji bangkok. Kandungan alkohol cider jambu biji biasa setelah fermentasi 7 hari adalah 13%sedangkan kandungan alkohol cider jambu biji bangkok 13,6%.