
Persepsi Keluarga dan Peran Pengetahuan Dalam Mengurangi Kedatangan Pasien Yang Tertunda Dengan Sindrom Koroner Akut
Author(s) -
Yustii Putu Yusniawati,
I Wayan Agus Maharyawan,
Muhamad Abel Prayoga
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal kesehatan dr. soebandi/jurnal kesehatan dr. soebandi
Language(s) - Swedish
Resource type - Journals
eISSN - 2527-7529
pISSN - 2302-7932
DOI - 10.36858/jkds.v8i2.215
Subject(s) - gynecology , medicine , humanities , art
Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah suatu tanda dan gejala klinis adanya iskemia miokard yang merupakan suatu kegawatdaruratan kardiovaskuler, namun, keterlambatan pasien tiba di IGD masih sering terjadi. Keterlambatan tiba dihubungkan dengan faktor pengetahuan keluarga dan persepsi keluarga dalam mengenali tanda dan gejala SKA, dimana keluarga terdekat dengan pasien SKA menjadi salah datu komponen penting dari keterlambatan tiba pasien SKA dating ke IGD PJT RSUP Sanglah Denpasar. Tujuannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi keluarga dengan keterlambatan tiba pasien SKA Di IGD Pelayanan Jantung Terpadu RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, dan teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan jumlah 292 keluarga pasien yang mengantar pasien SKA ke IGD PJT. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 73,3% keluarga pasien tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang gejala SKA dan terdapat 62,3% keluarga pasien memiliki persepsi bahwa gejala SKA yang dirasakan merupakan kelelahan akibat dari aktiftas sehari-hari. Dari analisa data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan persepsi keluarga dengan keterlambatan SKA dimana terdapat hubungan yang sedang antara penetahuan keluarga dan persepsi keluarga dengan keterlambatan tiba pasien SKA di IGD. Keluarga yang tidak mengetahui tanda dan gejela SKA dan persepsi keluarga bahwa gejala yang dialami pasien karena kelelahan, sehingga petugas kesehatan perlu memberikan penyuluhan kepada keluarga mengenai tanda dan gejala SKA, pola hidup sehat, dan pentingnya untuk datang ke IGD ketika tanda SKA dirasakan.