
ANALISIS LOGAM BERAT PADA PERAIRAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG
Author(s) -
Diana Rinawati,
Sofiatun Sofiatun
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal medikes
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2685-2195
pISSN - 2356-1718
DOI - 10.36743/medikes.v5i1.44
Subject(s) - physics , forestry , mangrove , environmental chemistry , chemistry , ecology , biology , geography
Hutan mangrove yang terdapat dipesisir kabupaten Tangerang umumnya dalam kondisi rusak. Pencemaran air laut oleh logam berat sudah terjadi di pesisir teluk Jakarta (Lestari, 2004). Hal ini menungkinkan pencemaran pesisir air laut terjadi di wilayah kabupaten Tangerang sesuai penelitian Annisa (2014) yang menyebutkan telah terjadi pencemaran di pesisir Cituis Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan mengetahui konsentrasi logam berat pada perairan hutan mangrove di kabupaten Tangerang. Pengambilan sampel air laut yang terdapat di hutan mangrove dibatasi pada hutan mangrove yang digenangi dan dialiri air laut. Sampel air laut di tiga lokasi yaitu Tanjung Pasir, Tanjung Kait dan Margamulya, sedangkan biota laut berupa plankton diperoleh di Tanjung Kait. Pemeriksaan logam berat pada air laut dilakukan di labortarium MIPA IPB Bogor. Konsentrasi logam berat pada hutan mangrove yang digenangi dan dialiri air laut pada titik sampling berada dibawah baku mutu yaitu Mercury (Hg) dan Cadmium (Cd). Sedangkan konentrasi Lead (Pb) dan Chromium (Cr) berada diatas baku mutu yaitu Lead 0,07 ppm dan Chromium adalah 0,09 ppm dam 0,54 ppm. Tingginya konsentrasi Lead (Pb) dan Chromium (Cr) diwilayah perairan hutan mangrove di Tanjung Kait dan Margamulya kabupaten Tangerang berasal dari bahan bakar kapal nelayan dan cat yang digunakan pada kapal nelayan dan kondisi hutan mnagrove yang rusak sehingga tidak optimal dalam menyerap logam berat. Untuk biota perairan hutan mangrove dalam penelitian ini diperoleh plankton yang diperoleh di Tanjung Kait dengan konsentrasi Lead (Hg), Cadmium (Cd) dan Chromium (Cr) berada diatas baku mutu. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari buku Food adn Argicultur Organitation bahwa akumulasi logam berat mengkuti siklus rantai makanan, sehingga kedudukan yang paling tinggi dalam rantai makanan akan mengandung logam berat semakin tinggi.