
PERBANDINGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PENERIMAAN DIRI PASIEN PRIA DAN WANITA DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II
Author(s) -
Sebastianus Banggut,
Febtian Cendradevi Nugroho,
Tita Q. Dumalag
Publication year - 2021
Publication title -
nursing arts/nursing arts
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2686-133X
pISSN - 1978-6298
DOI - 10.36741/jna.v15i1.141
Subject(s) - medicine , diabetes mellitus , gynecology , endocrinology
Jumlah orang dengan Diabetes Mellitus di seluruh Negara diprediksi akan mengalami peningkatan. Lebih dari 400 Juta jiwa terdiagnosis Diabetes Mellitus, khususnya pada Negara yang berada dibawah wilayah Asia Pasifik. Indonesia sendiri menempati urutan ke 7 pada 10 besar Negara dengan penduduk Diabetes Mellitus yang tertinggi dan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengambil bagian dengan lebih dari 3% penduduk menderita Diabetes Mellitus. Penderita Diabetes umumnya mengalami masa emosional terkait kondisi yang mereka alami dan dukungan keluarga menjadi hal penting untuk penerimaan diri mereka. Wanita dengan Diabetes cenderung menunjukkan tanda depresi dan kecemasan dibandingkan dengan pria. Selain itu, fungsi dan peran pria dan wanita berbeda dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dukungan keluarga dengan penerimaan diri pasien Pria dan Wanita dengan diabetes mellitus type II. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design cross-sectional dengan uji Spearman dan Mann Whitney. Responden penelitian ini adalah 20 orang pria dan 20 orang wanita yang berkeluarga dengan teknik pemilihan sampel Purposive. Hasil penelitian ini adalah 65% pasien pria dan 50% pasien wanita tergolong menerima dukungan keluarga yang cukup. Sebanyak 70% pasien pria dan 90% pasien wanita tergolong memiliki penerimaan diri yang baik. Berdasarkan hasil Uji Spearman didapatkan data bahwa tidak terdapat hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Penerimaan Diri Pasien Pria Dan Wanita Dengan Diabetes Mellitus Type II. Sehingga, kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri pasien Pria dan Wanita dengan diabetes mellitus type II. Berdasarkan hasil penelitian ini, institusi kesehatan dapat bekerja sama dengan pihak terkait untuk memaksimalkan peran keluarga sebagai caregiver utama.