
TUTURAN HUMOR DALAM ACARA TAYANGAN OPERA VAN JAVA di TELEVISI TRANS 7 EPISODE FEBRUARI 2017
Author(s) -
Meli Arnita,
Supriyadi Supriyadi,
Ansori Ansori
Publication year - 2019
Publication title -
logat : jurnal bahasa indonesia dan pembelajaran/logat : jurnal bahasa indonesia dan pembelajarannya
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2685-2993
pISSN - 2355-7273
DOI - 10.36706/logat.v6i1.64
Subject(s) - humanities , art
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tuturan humor yang terdapat dalam acara tayangan Opera Van Java di televisi trans7 episode Februari 2017 yang terdiri dari 16 tayangan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk pelanggaran prinsip kesopanan pada tuturan humor dalam acara tayangan Opera Van Java di televisi trans 7 episode Februari 2017. (2) bagaimana implikatur yang muncul berdasarkan pelanggaran maksim kesopanan dalam acara tayangan Opera Van Java di televisi trans7 episode Februari 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan humor dalam acara tayangan Opera Van Java ini terdapat 37 bentuk pelanggaran prinsip kesopanan dan 48 implikatur untuk menimbulkan kelucuan. Kelucuan tersebut dalam bentuk pengutaraan keanehan, kemustahilan, ketidakmasukakalan, kebodohan dalam suasana atau kelakuan tertentu. Selain itu, bentuk pelanggaran maksim kesopanan adalah (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim penerimaan, (3) maksim kemurahan, (4) maksim kerendahan hati, (5) maksim kesetujuan, dan (6) maksim kesimpatian yang dilanggar oleh peserta tutur. Adapun, implikatur yang muncul terdiri dari implikatur (1) menyombongkan diri, (2) ujaran yang diplesetkan, (3) menghina, (4) merayu, dan (5) memancing amarah yang bertujuan untuk menimbulkan efek lucu. Pelanggaran maksim kesopanan yang paling dominan adalah maksim penerimaan dan implikatur yang paling dominan adalah ujaran yang diplesetkan. Implikasi penelitian ini diharapakan dapat memberikan rujukan bagi pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada bidang linguistik dilihat dari bentuk pelanggaran prinsip kesopanan dan implikatur.