
WEJANGAN SUNAN KALIJAGA KEPADA KYAI PANDANARANG DALAM BABAD DEMAK PUPUH XXXIX: SEBUAH ANALISIS STILISTIKA (Sunan Kalijaga’s Admonishment to Kyai Pandanarang in Babad Demak 39th Stanza: A Stylistics Analysis)
Author(s) -
Lutfianto Lutfianto
Publication year - 2018
Publication title -
alayasastra
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2615-6024
pISSN - 1858-4950
DOI - 10.36567/aly.v14i2.237
Subject(s) - humanities , art , stanza , literature , poetry
Karya sastra menggunakan bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan ide dan gagasan penulis. Sedangkan makna karya sastra bisa diketahui dari penggunaan gaya bahasa yang digunakan. Penggunaan gaya bahasa oleh penulis akan memperindah karya sastra. Wejangan Sunan Kalijaga kepada Pandanarang memiliki keindahan gaya bahasa yang tidak hanya semakin indah kalau dinyanyikan, tertulis dengan tembang macapat. Penggunaan gaya bahasa berupa majas bermaksud membangkitkan simpati penikmat karya sastra. Oleh karena itu diperlukan kajian stilistika dalam karya sastra yang berisi wejangan tersebut.