
ANALISIS DAYA DUKUNG AIR PADA KAWASAN PERBATASAN NEGARA DI TAU LUBIS / LABANG (LOKPRI LUBIS OGONG) KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Author(s) -
Ernamaiyanti Ernamaiyanti,
Mega Yunanda
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal teknik sipil/jurnal teknik sipil
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2686-6676
pISSN - 2089-2942
DOI - 10.36546/tekniksipil.v11i1.472
Subject(s) - physics , humanities , forestry , environmental science , geography , art
Berdasarkan UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Daya dukung air merupakan kemampuan sumberdaya air untuk memenuhi suatu kebutuhan dengan meninjau besarnya ketersediaan air. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Perhitungan daya dukung air pada kajian in imengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan hidup No.17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Metode perhitungan daya dukung air di suatu wilayah menggunakan pendekatan ketersediaan dan kebutuhan akan sumber daya air bagi penduduk secara sehat dan layak. Analisis data spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak berbasis SIG, sedangkan untuk data nonspasial dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak yang memiliki kemampuan kalkulasi dan pembuatan grafik. Hasil analisis terhadap total kebutuhan air di PKSN Tau Lumbis sebanyak 950.400 m3/tahun, potensi ketersediaan air sebanyak 180.466.000 m3/tahun, atau masih surplus sumber daya air bagi penduduk sebesar 179.515.600 m3/tahun. Sementara itu, total kebutuhan air di PLBN Labang sebanyak 2.052.800 m3/tahun, potensi ketersediaan air sebanyak 3.644.377.750 m3/tahun, atau masih surplus sumber daya air bagi penduduk sebesar 362.324.950 m3/tahun. Perbandingan kondisi SDLL-Air antara tahun 2020 dan 2040 tidak terjadi perubahan yang signifikan baik di PKSN Tau Lumbis maupun PLBN Labang. SDLL-Air 2020 sampai SDLL-Air 2040 sebagian besar tetap tidak terjadi perubahan yang mendasar.