z-logo
open-access-imgOpen Access
PROSES DESINFEKSI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK MENJADI AIR BERSIH SEBAGAI AIR BAKU AIR MINUM
Author(s) -
Rhenny Ratnawati,
Sugito Sugito
Publication year - 2013
Publication title -
waktu
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2715-4947
pISSN - 1412-1867
DOI - 10.36456/waktu.v11i2.815
Subject(s) - physics , nuclear chemistry , chemistry
Permasalahan air bersih semakin berkembang akibat kerusakan lingkungan danpencemaran air limbah domestik. Upaya pengolahan air limbah domestik dilakukan untukmereduksi bahan organik dan logam-logam  yang mencemari air permukaan sebagai bahan bakuair bersih.Aplikasi Biofilter terpadukan dengan teknologi filtrasi berbasis multimedia filter dapatmenghasilkan  air bersih yang memenuhi standar sehingga menghemat energi proses dan biayapengolahan. Air olahan dapat ditingkatkan sebagai air baku untuk air bersih dan air minum. Padapenelitian ini dilakukan  kajian proses Desinfeksi pada pengolahan air limbah domestik menjadi airbaku yang dapat dikembangkan menjadi air bersih dan air minum. Penelitian dilakukan secaraterpadu menggunakan  aplikasi Biofilter dengan Fltrasi dilanjutkan dengan proses Desinfeksi.Reaktor Biofilter tersusun secara terpadu dengan kombinasi reaktor anaerobik dan aerobikmenggunakan media batu koral diameter 1-2 cm untuk optimalisasi removal bahan organik.Filtrasi dilakukan dengan menggunakan resin katio-anion, pasir silika dan manganess greensand.Desinfeksi menggunakan bahan Kaporit dengan dosis 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm,300 ppm, 350 ppm, dan 400 ppm untuk menurunkan  kandungan bakteri Escherecia Coli. Sampelair limbah yang digunakan adalah air limbah Puskesmas.Target yang ingin dicapai adalah untukmemperoleh air baku air bersih atau air minum  dari air limbah domestik yang memenuhi bakumutu.Data kualitas air dianalisis di laboratorium menggunakan metode penelitian air secaralengkap  untuk parameter fisik, kimia, dan mikrobiologis. Perbandingan parameter antara kualitasinfluen dan efluen menunjukkan kapasitas unjuk kerja reaktor dan proses desinfeksi. Hasilpenelitian menunjukan bahwa pada pemberian kaporit dengan dosis 350 ppm dan 400 ppm  telahdiperoleh air olahan yang tidak mengandung bakteri Esherecia Coli sehingga  memenuhi bakumutu kualitas air bersih sesuai Permenkes RI No 416/MENKES/PER/IX/1990 Hasil penelitian iniberupa air olahan memenuhi syarat yang dapat dimanfaatkan  kembali (recycle) sehingga dapatmenekan biaya operasional institusi yang menghasilkan air limbah.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here