
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI DENGAN MENYUSUI SECARA DINI DI RSIA PRIMA HUSADA SIDOARJO
Author(s) -
Krisna Murti
Publication year - 2014
Publication title -
embrio: jurnal kebidanan/embrio : jurnal kebidanan
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2714-7886
pISSN - 2089-8789
DOI - 10.36456/embrio.vol4.no0.a1243
Subject(s) - psychology
Air susu ibu merupakan makanan paling baik untuk bayi, juga terbukti dapat mencegahpenyakit pada bayi dan memberi manfaat bagi ibu, keluarga dan masyarakat. Namun cakupanASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang manfaatASI menyebabkan ibu mudah beralih kepada pemberian susu formula dengan berbagai alasanantara lain : produksi ASI kurang, ibu bekerja, ingin dianggap modern dan pengaruh orang lain.Tujuan dari penelitian ini : menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini di RSIA Prima Husada SidoarjoMetode yang digunakan dalam penelitian ini : merupakan metode penelitian deskriptifobsevasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 orang ibu nifas yang dirawat di RSIA Prima Husada Sidoarjo. Variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang manfaatASI dan karakteristik ibu nifas, sedangkan variabel terikatnya adalah pemberian ASI secaradini. Lembar kuisoner digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah diukur validitas danreliabilitasnya dan selanjutnya data dianalisis dengan chi-ssquare test dengan bantuankomputer program SPSSHasil penelitian : Sebagian ibu nifas (63,3%) tingkat pengetahuannya tentang manfaat ASItermasuk katagori kurang, lebih dari separuh ibu nifas di RSIA Prima Husada (56,7%) tidakmemberikan ASI secara dini. Hasil analisis statisti menunjukkan bahwa tingkat penetahuan ibunifas tentang manfaat ASI berhubungan signifikan dengan menyusui secara dini (p<α 0,05)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini. Hendaknya bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkanpromosi ASI eksklusif dan tidak memperkenalkan atau menganjurkan pad ibu menyusui untukmembarikan susu formula sebagai pengganti ASI, dan hal ini dapat dimulai sejak ibu hamilmemeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan