z-logo
open-access-imgOpen Access
Communio, Communicatio, Communitas : Teologi Trinitaris sebagai Acuan Berteologi di Era Pascamodern 
Author(s) -
Nindyo Sasongko
Publication year - 2003
Publication title -
veritas
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2684-9194
pISSN - 1411-7649
DOI - 10.36421/veritas.v4i2.113
Subject(s) - humanities , communitas , art , sociology , aesthetics , liminality
Bagaimanakah wajah teologi di era pascamodern? Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Teologi—yang adalah perbincangan atau pembicaraan mengenai Allah dan relevansinya bagi keberlangsungan kehidupan seisi dunia—selalu mengalami pergeseran, perenungan ulang bahkan perevisian secara radikal. Munculnya Reformasi di abad enam belas merupakan contoh pergeseran signifikan dari teologi yang diterima secara umum. Merekahnya fajar pascamodern tentu menyebabkan pergeseran yang signifikan dalam teologi. ... Pertama-tama penulis akan meninjau tiga masalah utama dalam pascamodernisme dan dampaknya bagi teologi Kristen. Sebuah titik terang disediakan oleh “teori tindak-wicara” (speech-act theory) yang digagas oleh filsuf bahasa dari Oxford, John L. Austin (1911-1960). Teori-teori ini yang akan mendasari gagasan communio, communicatio dan communitas sebagai acuan berteologi di era pascamodern. Pada bagian terakhir penulis mencoba untuk melihat relevansi teologi trinitaris bagi konteks Indonesia dan praksis-praksis gereja pada umumnya.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here