
Hubungan Antara Subjective Well-Being dengan Burnout pada Guru Anak Berkebutuhan Khusus Selama Pandemi Covid-19
Author(s) -
Anissa Rizky Andriany,
Ajheng Mulamukti Asih Pratiwi,
Mahesti Pertiwi
Publication year - 2021
Publication title -
syntax idea
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2684-883X
pISSN - 2684-6853
DOI - 10.36418/syntax-idea.v3i4.1154
Subject(s) - humanities , psychology , political science , philosophy
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan stres kerja dengan Burn Out Guru Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian uji korelasional, untuk mencari hubungan antara dua variable atau lebih. Berdasarkan hasil penelitian diidapatkan bahwa tingkat subjective well-being pada guru anak berkebutuhan khusus selama pandemic Covid 19 yaitu sebanyak sebanyak 33.3% pada taraf rendah, sedangkan tingkat sedang berjumlah 35.5%, dan pada taraf tinggi yaitu sebanyak 31.1%. Faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being terdiri atas jenis kelamin, tujuan, agama atau spiritualitas, faktor kualitas hubungan social, kepribadian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa subjective well-being secara signifikan berkorelasi dengan burnout. Terdapat hubungan negatif antara subjective well-being dengan burnout pada guru anak berkebutuhan khusus di masa pandemi Covid-19, artinya semakin tinggi subjective well-being maka akan semakin rendah burnout dan begitu juga sebaliknya.