
Implementasi Program One Village One Product (Ovop) Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi di Kabupaten Bangka Tengah
Author(s) -
Widya Novita
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal sosial dan sains/jurnal sosial dan sains
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2774-700X
pISSN - 2774-7018
DOI - 10.36418/sosains.v1i9.207
Subject(s) - humanities , political science , business , art
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program One Village One Product (OVOP) bagi masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terkait dengan Faktor Penghambat Program OVOP di Kabupaten Bangka Tengah, dalam hal pencapaian tujuan, implementasi Program OVOP di Bangka Tengah dapat dikatakan masih belum efektif dan efisien. Terbatasnya Anggaran didalam melaksanakan seperti program OVOP Dinas Desprindag memiki kendala terhadap keterbatasan sumber Dana yang dimiliki sehingga pelaksanaan beberapa kegiatan didalam program OVOP masih belum dijalankan secara maksimal. Terkait dengan Faktor Pendorong Program OVOP di Kabupaten Bangka Tengah, dari aspek ekonomi, ada perubahan yang real dari sebelum program dilaksanakan dan setelah program dilaksanakan. Dari aspek sosial, yaitu ilmu dan kompetensi mengalami peningkatan signifikan. Aspek lingkungan yang diterima oleh pelaku OVOP dan masyarakat sekitar adalah pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Implikasi Teori Hogan dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program OVOP di Kabupaten Bangka Tengah. pertama, dalam menghadirkan kembali pengalaman yang memberdayakan (recall depowering), kedua menjalankan tahap bagaimana mendiskusikan terjadinya pemberdayaan (disscuss the occurrence of depowerment), ketiga masuk dalam tahap mengindentifikasikan masalah ataupun proyek di suatu daerah (identify problems or project in an area), Terakhir adalah mengembangkan rencana-rencana aksi dan mengimplementasikan (develop and implement action plants), yang dimana pada tahap ini para pelaku IKM dan pihak pemerintah bersama sama mengembangkan produk yang sudah dihasilkan dengan berbagai macam cara agat produk ini dapat bertahan dan berkembang sebagaimana permintaan para konsumen yang menikmati produk yang dikelolah melalui program OVOP tersebut.