
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Mulia Siswa SMAN 1 Bandung
Author(s) -
Asep Kusno Suseno
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal sosial dan sains/jurnal sosial dan sains
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2774-700X
pISSN - 2774-7018
DOI - 10.36418/sosains.v1i7.157
Subject(s) - humanities , sociology , art
Strategi guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak mulia siswa memiliki peranan penting. Pembinaan akhlak mulia pada siswa sejatinya menentukan potret akhlak para siswa dan bisa menjadi ukuran keberhasilan dan ketidak berhasilan pendidikan terutama pendidikan Islam. Guru memiliki peran yang strategis dalam pembinaan akhlak mulia ini sehingga fungsi dan perannya bisa dimaksimalkan, terutama guru pendidikan agama Islam. Tujuan dalam penelitian ini adalah: mendeskripsikan strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik di SMA Negeri 1 Bandung dan SMA Negeri 24 Bandung; mendeskripsikan hambatan guru pendidikan agama Islam dalam menerapkan strategi pembinaan akhlak mulia peserta didik di SMA Negeri 1 Bandung dan SMA Negeri 24 Bandung mendeskripsikan implikasi strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik di SMA Negeri 1 Bandung dan SMA Negeri 24 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan memilih lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Bandung dan SMA Negeri 24 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik adalah dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, memberikan nasehat, memberikan motivasi, larangan, pengawasan, dan hukuman, Kemudian untuk hambatan yang dilalui guru dalam menerapkan strategi yaitu terbatasnya pengawasan pihak sekolah, lingkungan keluarga, latar belakang siswa yang kurang mendukung, lingkungan masyarakat (pergaulan), pengaruh media elektronik gadget. Selanjutnya untuk implikasi strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik yaitu dalam kegiatan pembiasaan yaitu siswa melaksankan salat dhuhur berjamaah secara disiplin tanpa perlu instruksi dari guru sudah berjalan sendiri.