
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor Pada DAS Tondano Bagian Hulu Sebagai Laboratorium Alam Mahasiswa Geografi
Author(s) -
Denny Maliangkay
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal episentrum
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2721-8511
pISSN - 2721-7760
DOI - 10.36412/jepst.v1i1.1806
Subject(s) - physics , forestry , geography
Tanah longsor (landslide) merupakan salah satu jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim hujan. Kemungkinan frekuensi kejadian atau terjadinya longsor lebih tinggi dibandingkan dengan jenis bencana lainnya. Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh. Agar dapat memantau dan mengamati fenomena tanah longsor diperlukan adanya suatu analisa dan pemetaan daerah rawan longsor yang mampu memberikan gambaran kondisi kawasan yang ada berdasarkan faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor. Selain itu juga kita bisa me-ngetahui sebaran daerah rawan longsor dan faktor utama penyebabnya sehingga kita bisa merumuskan upaya penang-gulangan. Longsor lahan yang terjadi di DAS Tondano bagian hulu meliputi longsoran ukuran kecil, ukuran sedang dan ukuran besar. Longsorlahan yang mempengaruhi aktifitas DAS Tondano bagian hulu, morfometrinya langsung di ukur di lapangan. Kondisi kemiringan lereng yang terukur merupakan kemiringan lereng dari longsoran, bukan merupakan lereng medan secara keseluruhan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, longsorlahan yang terjadi di daerah penelitian baik tipe longsor (slide), aliran (flow) dan runtuhan/jungkiran (fall), saat ini kesemuanya berjumlah 14 titik. Tipe longsor lahan yang dominan terjadi di daerah penelitian adalah tipe aliran (flow).