
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK THOMAS AQUINO
Author(s) -
Niken Ayu Merna Eka Sari,
Marceliita Alvina,
Ni Made Nopita Wati
Publication year - 2019
Publication title -
bali medika jurnal
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-7047
pISSN - 2614-6517
DOI - 10.36376/bmj.v6i1.70
Subject(s) - psychology , humanities , nursing science , art , medicine , nursing
Pola asuh memiliki dampak yang signifikan bagi kesesuaian tahap perkembangan anak terlebih dari segi personal–sosial. Usia prasekolah dari segi personal, anak seharusnya mampu melakukan aktivitas sederhana secara mandiri, dari aspek sosial, ciri khasnya adalah mulai meluasnya lingkungan pergaulan anak. Dampak dari kegagalan atau keterlambatan perkembangan personal sosial adalah terjadinya frustasi pada anak karena anak tidak mampu bersosialisasi. Pemilihan pola asuh yang tepat dapat membantu anak mencapai tingkat perkembangan normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan personal sosial anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Non probability sampling dengan teknik purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 146 orang. Hasil penelitian 137 responden menerapkan pola asuh demokratis, 7 responden menerapkan pola asuh otoriter dan 2 kombinasi (demokratis–otoriter). Hasil pengukuran perkembangan personal sosial, 69 anak termasuk kategori normal dan 77 anak termasuk kategori suspect. Uji yang digunakan adalah uji chi square dan uji Koefisien Kontingensi. Hasil uji korelasi chi-square didapatkan p value 0,014, dengan batas kemaknaan (alfa) sebesar 5%, maka p value < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perkembangan personal sosial anak pada orangtua yang menerapkan pola asuh demokratis, otoriter atau kombinasi. Hasil uji koefisien kontingensi, atau contingency coefficientnya (r) adalah 0,236, p value 0,014 dengan kesimpulan korelasi sangat lemah. Perawat diharapkan mampu melaksanakan tindakan promotif dan preventif guna menurunkan angka perkembangan personal sosial anak kategori suspect, serta mengoptimalisasi perkembangan personal sosial anak.