z-logo
open-access-imgOpen Access
PELEVELAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO
Author(s) -
Viki Dardianto Arico,
Wahyudi Wahyudi
Publication year - 2021
Publication title -
jisip (jurnal ilmu sosial dan pendidikan)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2656-6753
pISSN - 2598-9944
DOI - 10.36312/jisip.v5i1.1747
Subject(s) - mathematics education , taxonomy (biology) , humanities , psychology , mathematics , philosophy , zoology , biology
. Problem-solving is the thought that students have in determining solutions to the problem at hand. The process of students finding solutions to problems is known as problem-solving abilities. Mathematical problem-solving ability is the ability to solve problems by paying attention to the elements needed in making a required solution strategy and having the ability to know the truth of a problem. This ability needs to be measured to determine the level of understanding of students in solving problems. SOLO taxonomy is student response in solving a problem to determine the level of ability students have. By using the SOLO taxonomy, student response rates were divided into 5, namely structural, uni structural, multi structural, relational, and extended abstract. This study uses literature review research to provide the leveling of mathematical problem-solving abilities based on the SOLO taxonomy. The results of data collection from various relevant sources, it can be seen that the SOLO taxonomy can make it easier to determine the level of mathematical problem-solving ability through the responses possessed by students.Abstrak. Pemecahan masalah merupakan pemikiran yang dimiliki siswa dalam menentukan solusi-solusi dari masalah yang dihadapi. Proses siswa dalam menemukan solusi terhadap masalah maka dinamakan sebagai kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dengan memperhatikan unsur-unsur yang diperlukan dalam membuat suatu strategi pemecahan yang dibutuhkan dan memeiliki kemampuan untuk mengetahui kebenaran dari suatu masalah. Kemampuan ini perlu diukur untuk megetahui tingkat pemahaman siswa dalam memmecahkan masalah. Taksonomi SOLO adalah respon siswa dalam memecahkan suatu masalah untuk mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki siswa. Dengan menggunakan taksonomi SOLO tingkat respon siswa dibagi menjadi 5 yaitu prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional dan extended abstrack. Penelitian ini menggunakan penelitian kajian pustaka dengan tujuan memberikan tentang pelevelan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan taksonomi SOLO. Hasil pengumpulan data dari berbagai sumber yang relevan maka dapat diketahui bahwa taksonomi SOLO dapat memudahkan dalam mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis melalui respon yang dimiliki oleh siswa.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here