
FAKTOR BUDAYA, POLA ASUH, STATUS EKONOMI DAN PENDIDIKAN TERHADAP PERNIKAHAN DINI
Author(s) -
Dian Eka Januriwasti
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal ilmiah obsgin: jurnal ilmiah ilmu kebidanan dan kandungan/jurnal ilmiah obsgin
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2685-7987
pISSN - 1979-3340
DOI - 10.36089/job.v1i1.72
Subject(s) - humanities , psychology , art
Remaja berasal dari kata latin “adolensence” yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Berdasarkan jumlah penduduk di Desa Tanjung Bumi sebanyak 3303 penduduk, dan penduduk yang berusia 13-19 tahun sebanyak 614 penduduk. Dari data tersebut penduduk yang melakukan pernikahan di usia muda sebanyak 310 (51,10%) dibawah umur 19 tahun. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya faktor budaya, pola asuh, status ekonomi dan pendidikan terhadap pernikahan dini. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor budaya, pola asuh, status ekonomi dan pendidikan terhadap pernikahan dini.
Penelitian ini menggunakan rancangan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data diambil dari sebagian jumlah populasi remaja yang berusia 13-19 di BPS Mutmainnah, S.ST Tanjung Bumi Bangkalan dengan tekhnik random sampling sebanyak 175 responden dan hasilnya dianalisa menggunakan Uji statistik Chi Square.
Berdasarkan uji statistik Chi Square dengan tingkat signifikan 0.05 diperoleh faktor budaya ρ Value : 0,030 < α : 0,05, pola asuh ρ Value : 0,018 < α : 0,05, status ekonomi ρ Value : 0,00 < α : 0,05, pendidikan ρ Value : 0,00 < α : 0,05, sehingga semuanya H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh faktor budaya, pola asuh, status ekonomi dan pendidikan terhadap pernikahan dini.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan bagi bidan untuk selalu mengarahkan masyarakat atau memberikan penyuluhan terkait dengan dampak terjadinya pernikahan dini seperti dampaknya terhadap kesehatan reproduksi kepada remaja yang masih dibawah umur 19 tahun