
Relation Between The Incidence Of Bullying and Student Assertive Behavior in SMA Negeri 4 Denpasar
Author(s) -
Putu Venessa
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal genta kebidanan/jurnal genta kebidanan
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2541-0695
pISSN - 2301-4296
DOI - 10.36049/jgk.v10i1.19
Subject(s) - assertiveness , harassment , psychology , intimidation , social psychology , meaning (existential) , test (biology) , sma* , aggression , developmental psychology , psychotherapist , paleontology , mathematics , combinatorics , biology
Bullying adalah tindakan intimidasi atau pelecehan baik fisik maupun psikologis yang tidak beralasan dari individu atau kelompok kepada individu lainnya dari waktu ke waktu dan terus berlanjut sehingga menciptakan sebuah pola pelecehan terhadap individu yang tidak bisa membela diri (Dupper, 2013). Salah satu faktor yang mengidentifikasi kecenderungan menjadi korban bullying adalah sikap asertif. Dalam hal ini perlu ditanamkan perilaku asertif pada setiap remaja sehingga mereka dapat mengekspresikan dirinya tanpa menyinggung orang lain. Pada penelitian kali ini peneliti ingin melihat adanya hubungan antara kejadian bullying dengan perilaku asertif pada siswa di SMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner kepada siswa. Hasil uji korelasi didapatkan bahwa ada hubungan antara kejadian bullying dan perilaku asertif siswa SMA. Hubungan tersebut tidak searah dan cukup kuat (rs= - 0,692) artinya apabila kejadian bullying berkurang maka perilaku asertif akan meningkat. Peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat meneliti faktor – faktor lain yang menyebabkan kejadian bullying seperti bullying di sekolah.
Bullying adalah tindakan intimidasi atau pelecehan baik fisik maupun psikologis yang tidak beralasan dari individu atau kelompok kepada individu lainnya dari waktu ke waktu dan terus berlanjut sehingga menciptakan sebuah pola pelecehan terhadap individu yang tidak bisa membela diri (Dupper, 2013). Salah satu faktor yang mengidentifikasi kecenderungan menjadi korban bullying adalah sikap asertif. Dalam hal ini perlu ditanamkan perilaku asertif pada setiap remaja sehingga mereka dapat mengekspresikan dirinya tanpa menyinggung orang lain. Pada penelitian kali ini peneliti ingin melihat adanya hubungan antara kejadian bullying dengan perilaku asertif pada siswa di SMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner kepada siswa. Hasil uji korelasi didapatkan bahwa ada hubungan antara kejadian bullying dan perilaku asertif siswa SMA. Hubungan tersebut tidak searah dan cukup kuat (rs= - 0,692) artinya apabila kejadian bullying berkurang maka perilaku asertif akan meningkat. Peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat meneliti faktor – faktor lain yang menyebabkan kejadian bullying seperti bullying di sekolah.