
HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK KULIT DELIMA (Punica Granatum L) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI CCL4
Author(s) -
Fransiska Ambarukmi
Publication year - 2021
Publication title -
medika kartika
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2655-6537
pISSN - 2613-9332
DOI - 10.35990/mk.v4n4.p369-380
Subject(s) - traditional medicine , physics , medicine
Penelitian dilakukan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak kulit delima terhadap kerusakan hati dengan indikator kadar Serum Glutamik Piruvat Transaminase (SGPT) dan malondialdehid (MDA) plasma pada tikus jantan yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). Target penelitian ini adalah dapat dibuktikannya efek penghambatan ekstrak kulit delima terhadap kerusakan hati tikus akibat induksi CCl4 serta mendapatkan dosis optimal. Penelitian bersifat laboratorik dengan rancangan acak lengkap, menggunakan sampel 36 ekor tikus dengan jumlah replikasi setiap kelompok adalah 4 ekor. Objek dikelompokkan dalam 9 kelompok yang akan membandingkan efek ekstrak kulit delima mulai dari 100mg/KgBB hingga 600mg/KgBB dosis tunggal yang diberikan 3 jam sebelum tikus diinduksi CCL4 peroral . Indikator penghambatan kerusakan hati ditinjau dari kadar SGPT dan MDA plasma. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan dengan ekstrak kulit dlima dosis 300 mg/kgBB hingga 600 mg/kgBB memiliki kadar SGPT dan MDA plasma lebih rendah secara bermakna (P 0,05). Ekstrak etanol kulit delima menghambat peningkatan kadar SGPT dengan dosis paling efektif 500 mg/kgBB dan menghambat kadar MDA plasma dengan dosis paling efektif 400 mg/kgBB.