
HUBUNGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI DAN INVASI LIMFOVASKULAR TERHADAP METASTASIS KELENJAR GETAH BENING AKSILA PADA KANKER PAYUDARA DINI
Author(s) -
Fitriardi Sejati,
Kiki Akhmad Rizki,
Raden Yohana
Publication year - 2019
Publication title -
medika kartika
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2655-6537
pISSN - 2613-9332
DOI - 10.35990/mk.v3n1.p37-49
Subject(s) - medicine , gynecology , metastasis , cancer
Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian terkait kanker pada perempuan di negara maju. Perlu pemahaman tentang upaya pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif, dan upaya rehabilitasi yang baik. Dalam penatalaksanaan dan staging kanker payudara, diseksi Kelenjar Getah Bening (KGB) aksila merupakan prosedur standar abad 20, namun diseksi KGB aksila diikuti problem klinis dan morbiditas pasca-operasi termasuk limfedema, parestesia, serta kerusakan nervus dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara derajat histopatologi (grade), invasi limfovaskular dan metastasis KGB aksila pada kanker payudara dini, agar menjadi acuan prognosis serta pertimbangan diseksi aksila dalam menangani kanker payudara dini. Penelitian ini merupakan penelitian analitik retrospektif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 62 orang yaitu kelompok metastasis dan tidak metastasis, data dianalisis uji chi-square dengan alternatif uji Exact Fisher. Hasil penelitian menunjukkan kelompok metastasis, pasien dengan grade 1 sebanyak 1 (2,6%), grade 2 sebanyak 25 (65,8%), dan grade 3 sebanyak 12 (31,6%). Invasi limfovaskular kategori positif sebanyak 38 (100%) dan negatif sebanyak 0 (0,0%). Pada kelompok tidak metastasis, Pasien grade 1 sebanyak 4 (12,5%), grade 2 sebanyak 17 (53,1%) dan grade 3 sebanyak 11 (34,4%). Invasi Limfovaskular kategori positif sebanyak 1 (3,1%) dan negatif sebanyak 31 (96, 9%). Hasil uji statistik variabel invasi limfovaskular nilai P=0,0001. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik antara derajat histopatologi pada kelompok metastasis dan kelompok tidak metastasis serta terdapat hubungan yang signifikan antara variabel invasi limfovaskular pada kelompok metastasis dan kelompok tidak metastasis.