z-logo
open-access-imgOpen Access
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU TENTANG AUTISME PADA BALITA USIA 3-4 TAHUN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PENYULUHAN
Author(s) -
Aprilia Nurtika Sari,
Alfi Fimareta
Publication year - 2019
Publication title -
jurnal kebidanan/jurnal kebidanan
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2657-1978
pISSN - 2302-3082
DOI - 10.35890/jkdh.v6i1.56
Subject(s) - gynecology , psychology , humanities , medicine , art
     Autisme merupakan gangguan perkembangan anak yang sangat kompleks.Autime ditandai dengan tiga gangguan pada interaksi sosial, perilaku dan komunikasi.Autisme merupakan suatu sindrom yang mengganggu syaraf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu yang memiliki balita usia 3-4 tahun tentang autisme sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Desain penelitian ini menggunakanpra-eksperimental dengan pendekatan one group pra-post test design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 30 ibu yang memiliki balita usia 3-4 tahun di Posyandu Kenanga dan Anggrek Desa Jambean, Kec. Kras, Kab. Kediri dengan teknik total sampling didapatkan 30 responden.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Mei sampai 16 Mei 2016.Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel independen (penyuluhan tentang autisme) dan variabel dependen (pengetahuan ibu tentang autisme).Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.Data diolah dengan editing, coding, scoring dan tabulating kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan dalam kategori cukup sebanyak 15 responden (50%). Setelah diberikan penyuluhan dalam kategori baik sebanyak 26 responden (86,67%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon diperoleh Zhitung sebesar -4,792 dengan nilai signifikasi (α) sebesar 0,000 (α ≤ 0,05). Karena α ≤ 0,05 maka H1 diterima artinya ada perbedaan pengetahuan ibu tentang autisme pada balita usia 3-4 tahun sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Berdasarkan penelitian tersebut pengetahuan ibu tentang autismeakan lebih baik bila petugas kesehatan sering memberikan penyuluhan. Oleh karena itu, penyuluhan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan.  

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here