
kegagalan asi eksklusif: manajemen laktasi dan dukungan keluarga
Author(s) -
Elly Trisnawati,
Otik Widyastutik
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal formil (forum ilmiah) kesmas respati/jurnal formil (forum ilmiah) kesmas respati
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2550-0864
pISSN - 2502-5570
DOI - 10.35842/formil.v3i2.177
Subject(s) - gynecology , medicine
Latar belakang: ASI merupakan sumber makanan tunggal untuk bayi sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Purun Kecil Kabupaten Mempawah pada tahun 2014 sebesar 86%, tahun 2015 sebesar 77%, dan tahun 2016 terus menurun sebesar 28%. Terjadinya penurunan tren tersebut menandakan bahwa kurangnya praktik manajemen laktasi dan dukungan dari keluarga ibu mengenai pemberian ASI eksklusif. Anggota keluarga yaitu suami dan orang tua dianggap sebagai pihak yang paling mampu memberikan pengaruh kepada ibu untuk memaksimalkan pemberian ASI eksklusif.Tujuan: Mengetahui hubungan antara waktu perawatan payudara, cara menyusui, durasi menyusui, frekuensi menyusui dan dukungan keluarga (ibu kandung dan ibu mertua) dengan kegagalan ASI eksklusif.Metode: Observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah ibu di komunitas Madura yang mempunyai bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purun Kecil Kabupaten Mempawah. Jumlah sampel sebanyak 162 orang menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi squareHasil: Ada hubungan antara waktu perawatan payudara (p-value = 0,000), cara menyusui (p-value = 0,010), frekuensi menyusui (p-value = 0,034), dukungan ibu kandung (p-value = 0,000), dukungan ibu mertua (p-value = 0,000), terhadap kegagalan ASI eksklusif. Tidak ada hubungan durasi menyusui dengan kegagalan ASI eksklusif (p-value = 0,444).Kesimpulan:. Manajemen laktasi dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kegagalan ASI eksklusif pada ibu di komunitas Madura wilayah kerja Puskesmas Purun Kecil.