
Gangguan Penglihatan Akibat Kelainan Refraksi yang Tidak Dikoreksi
Author(s) -
Made Michael Dana
Publication year - 2020
Publication title -
sandi husada : jurnal ilmiah kesehatan/jurnal ilmiah kesehatan sandi husada
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2654-4563
pISSN - 2354-6093
DOI - 10.35816/jiskh.v12i2.451
Subject(s) - physics , humanities , art
Latar belakang. Kelainan refraksi (RE) merupakan kondisi cacat optik dimana gambar objek yang dilihat tidak sesuai dengan bidang retinal sehingga menyebabkan penglihatan kabur. Kelainan refraksi yang tidak dikoreksi (URE) adalah penyebab utama gangguan penglihatan (VI), juga penyebab kebutaan kedua secara global namun dapat dicegah. Sehingga literatur review ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab URE, konsekuensi kesehatan yang terkait dengan URE dan mengeksplorasi intervensi untuk pencegahan gangguan penglihatan akibat URE. Metode. Penelitian ini adalah studi literature review dan sumber pustaka yang digunakan melibatkan 18 pustaka yang berasal dari 1 jurnal nasional dan 17 jurnal internasional. Hasil. Beberapa studi menunjukkan peningkatan URE menyebabkan kecacatan yang mengurangi produktivitas, pendapatan ekonomi, dan kualitas hidup individu. Hambatan paling mendasar untuk mengoreksi URE yaitu hambatan ekonomi, akses perawatan kesehatan, dan kendala sosial budaya. Kesimpulan. Kelainan refraksi mencerminkan ketidaksesuaian antara panjang aksial mata dan kekuatan optiknya, sehingga gambar pada retina menjadi kabur. Berbagai hambatan telah dikaitkan dengan tingginya prevalensi URE pada orang dewasa berpenghasilan rendah. Penggunaan kacamata dan program operasi refraksi untuk memperbaiki kelainan refraksi dapat menurunkan angka URE.