
Penilaian Status Hidrasi
Author(s) -
Annisa Dwianggreni Kusuma
Publication year - 2020
Publication title -
sandi husada : jurnal ilmiah kesehatan/jurnal ilmiah kesehatan sandi husada
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2654-4563
pISSN - 2354-6093
DOI - 10.35816/jiskh.v11i1.196
Subject(s) - medicine , gynecology
Status hidrasi merupakan gambaran keseimbangan keluar masuknya air dalam tubuh . Keseimbangan air dipengaruhi dari jumlah makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, usia, dan kondisi lingkungan. Dehidrasi merupakan hilangnya zat terlarut dan air dalam jumlah yang banyak. Dehidrasi dapat mempengaruhi kerja organ cardio vascular dan pengaturan termoregulasi tubuh. Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, tidak bersemangat dan mengganggu aktivitas kerja fisik . Penilaian status hidrasi sangatlah sulit. Terdapat beberapa metode yang dapat untuk mengetahui kosentrasi air dalam tubuh menggunakan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan sederhana. Pemeriksaan laboratorium berupa isotope tracer, neutron activation analysis , bioelectrical impedance analysis, sedangkan pemeriksaan sederhana melalui perubahan berat badan, hematological indices, urinary indices, dan tanda klinis dan gejala. Metode penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangan untuk menilai status hidrasi. Pemeriksaan laboratorium membutuhkan fasilitas dan tenaga ahli dalam melakukannya, sedangkan pemeriksaan sederhana dapat dilakukan oleh non-tenaga medis dan dapat dilakukan di lapangan. Pemeriksaan laboratorium memiliki spesifisitas dan sensitivitas yang baik dibandingkan pemerikasaan sederhana. Pemeriksaan laboratorium belum dapat menggambarkan status hidrasi seseorang. Dibutukan kombinasi pemeriksaan sederhana dan laboratorium untuk menentukan keadaan status hidrasi seseorang.