Open Access
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Sereh dengan Temulawak dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus Mutans
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi HusadaPeer ReviewedSri Yasa Hasibuan +42021Journals
Pendahuluan; streptococcus mutans merupakan bakteri patogen utama penyebab karies, pengobatan karies dapat dilakukan secara tradisional dengan tanaman obat, antara lain sereh dan jahe. Tujuan;  mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak daun serai wangi  dengan ekstrak jahe terhadap Streptococcus mutans. Metode; penelitian eksperimental metabolik dengan desain posttest-only control group design. Pengumpulan data dengan mengukur diameter zona hambat menggunakan kaliper geser. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil; menunjukkan bahwa diameter hambat rata-rata ekstrak serai wangi 20% adalah 12,00 ± 0,23, dan ekstrak jahe 20% adalah 9,00 ± 0,27 dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans, sedangkan kontrol negatif (DMSO) tidak terdapat hambatan. Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan efektifitas ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) 20% dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) 20% dalam menghambat pertumbuhan mutan Streptococcus.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Sign in
Having issues? Contact support