
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Sereh dengan Temulawak dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus Mutans
Author(s) -
Sri Yasa Hasibuan,
Benarivo Timothy G,
Cindy Amallia P,
Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung,
Suci Erawati
Publication year - 2021
Publication title -
sandi husada : jurnal ilmiah kesehatan/jurnal ilmiah kesehatan sandi husada
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2654-4563
pISSN - 2354-6093
DOI - 10.35816/jiskh.v10i1.582
Subject(s) - traditional medicine , streptococcus mutans , medicine , biology , bacteria , genetics
Pendahuluan; streptococcus mutans merupakan bakteri patogen utama penyebab karies, pengobatan karies dapat dilakukan secara tradisional dengan tanaman obat, antara lain sereh dan jahe. Tujuan; mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak daun serai wangi dengan ekstrak jahe terhadap Streptococcus mutans. Metode; penelitian eksperimental metabolik dengan desain posttest-only control group design. Pengumpulan data dengan mengukur diameter zona hambat menggunakan kaliper geser. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil; menunjukkan bahwa diameter hambat rata-rata ekstrak serai wangi 20% adalah 12,00 ± 0,23, dan ekstrak jahe 20% adalah 9,00 ± 0,27 dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans, sedangkan kontrol negatif (DMSO) tidak terdapat hambatan. Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan efektifitas ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) 20% dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) 20% dalam menghambat pertumbuhan mutan Streptococcus.