z-logo
open-access-imgOpen Access
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BATANG DAN PELEPAH DAUN TANAMAN PISANG AMBON ( Musa paradisiaca var sapientum (L.) Kunt ) TERHADAP BAKTERI Staphlyococcus aureus
Author(s) -
Claudia L. Adilang,
Nancy Pelealu,
Gayatri Citraningtyas
Publication year - 2019
Publication title -
pharmacon/pharmacon
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2721-4923
pISSN - 2302-2493
DOI - 10.35799/pha.8.2019.29333
Subject(s) - traditional medicine , musa × paradisiaca , staphylococcus aureus , chemistry , biology , food science , bacteria , medicine , genetics
Banana is one of the Indonesia native plants which containing acid compounds such as hydroxynnamik, flavanones, flavonols, dopamine and N-Acetylserotonin. Banana plant has many benefits, one of which for herbal medicine. The purpose of this study was to test effect of ethanol extract from the stem and sheathof banana as growth inhibitors of Staphylococcus aureus bacteria and to evaluate, eitherstem or sheath parts of Staphylococcus aureus bacteria. The extraction method of this study using maceration with 96% ethanol. Based on the results obtained, the ethanol extract of banana steams was batter in inhibits the growth of bacteria of Staphylococcus aureus with the average of clear zone was 10.00 mm (10%), 17.00 mm (30%), 19.00 mm (50%), 19.33 mm (70%), and 20.33 mm (90%), respectively. Keywords : Musa paradisiaca var sapientum, Antibacterial activity, Staphylococcus aureus. ABSTRAKPisang merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang mengandung senyawa asam hidrosinamik, flavonoid, flavonol, dopamine dan N-asetilserotonin. Bagian dari tanaman pisang memiliki banyak manfaat yang salah satunya untuk obat herbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ekstrak etanol dari pelepah dan batang pisang ambon sebagai penghambat pertumbuhan bakteri Staphlyococcus Aureus dan untuk melihat bagian mana dari pelepah atau batang tanaman pisang yang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphlyococcus aureus. Metode ekstraksi dari penelitian ini menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya. Berdasarkan hasil yang diperoleh ekstrak etanol batang tanaman pisang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan dari bakteri Staphlyococcus aureus dengan rata-rata zona bening kosentrasi 10% (10,00 mm), 30% ( 17,00 mm ), 50% ( 19,00 mm ), 70% ( 19,33 mm ), dan 90% ( 20,33 mm ). Kata Kunci : Musa paradisiaca var sapientum (L.) Kunt, aktivitas antibakteri, Staphlyococcus aureus.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here