z-logo
open-access-imgOpen Access
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PADA PASIEN ANAK DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO
Author(s) -
Agatha Agnes,
Gayatri Citraningtyas,
Sri Sudewi
Publication year - 2019
Publication title -
pharmacon/pharmacon
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2721-4923
pISSN - 2302-2493
DOI - 10.35799/pha.8.2019.29299
Subject(s) - ceftriaxone , medicine , typhoid fever , cefotaxime , gynecology , antibiotics , microbiology and biotechnology , virology , biology
 Typhoid fever is an endemic disease which it incidence rate is still high in Indonesian. Administering antibiotic therapy can do treatment of typhoid fever. This study was conducted since there are several pediatric patients diagnosed with typhoid fever but have different antibiotic therapies, namely cefotaxime and ceftriaxone therapy, so it is necessary to do calculations to determine the comparison and determine which treatment is more efficient in cost and effectiveness. The method used in this study is CEA (Cost-Effectiveness Analysis) with the design of retrieving medical record data of children with typhoid fever in Bhayangkara Manado Hospital retrospectively from January to December 2018. The samples  obtained were 28 pediatric patients, cinsisting of 12 patients using cefotaxime therapy and 16 patients using ceftriaxone therapy. The result of ACER (An Avarage Cost Effective Ratio) obtained by ceftriaxone were Rp. 526.609,-/day and cefotaxime Rp. 484.789,-/day. In this study, if patients under cefotaxime therapy want to swich treatment to ceftriaxone therapy, ICER calculation (Incremental Cost-Effectiveness Ratio) is carried out the result are Rp.340.528,-. Keyword: Typhoid fever, Antibiotics, CEA (Cost-Effectiveness Analysis) ABSTRAK Demam tifoid merupakan penyakit endemik yang angka kejadiannya masih tinggi di Indonesia. Pengobatan demam tifoid dapat diobati dengan cara pemberian terapi antibiotik. Penelitian ini dilakukan karena ada beberapa pasien anak yang di diagnosa demam tifoid tetapi memiliki terapi antibiotik yang berbeda, yaitu terapi sefotaksim dan seftriakson  sehingga perlu dilakukan perhitungan untuk mengetahui perbandingan dan menentukan pemilihan pengobatan mana yang lebih efisien dalam biaya maupun efektivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah CEA (Cost-Effectiveness Analysis) dengan rancangan pengambilan data rekam medik pasien anak demam tifoid di RS. Bhayangkara Manado secara retrospektif pada periode Januari – Desember 2018. Sampel yang didapat sebanyak 28 pasien anak, yang terdiri dari 12 pasien pengguna terapi sefotaksim dan 16 pasien pengguna terapi seftriakson. Hasil ACER (An Avarage Cost Effective Ratio) yang diperoleh sefotaksim Rp.526.609,-/hari dan seftriakson Rp.484.789,-/hari. Pada penelitian ini jika pasien terapi sefotaksim ingin berpindah pengobatan ke terapi seftriakson maka dilakukan perhitungan ICER (Incremental Cost-Effectiveness Ratio) dan didapat hasil Rp.340.582,-, sehingga jika ingin berpindah pengobatan maka perlu penambahan biaya sesuai nilaI ICER.Kata Kunci : Demam Tifoid, Antibiotik, CEA (Cost-Effectiveness Analysis).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here