
ANALISIS GC-MS EKSTRAK METANOL DAN N-HEKSAN DARI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)
Author(s) -
Nurul Qalbiyyah Ma’ruf,
Irma Antasionasti,
Fatimawali Fatimawali,
Trina Ekawati Tallei
Publication year - 2021
Publication title -
pharmacon/pharmacon
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2721-4923
pISSN - 2302-2493
DOI - 10.35799/pha.10.2021.34035
Subject(s) - clitoria ternatea , chemistry , traditional medicine , hexane , horticulture , biology , chromatography , medicine , alternative medicine , pathology
The butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is a flower can grow as an ornamental plant or a wild plant with a single purple petal. This study aims to analyze the phytochemical compounds from butterfly pea flower. The method used is the extraction of dried powder of butterfly pea flowers using methanol and n-hexane solvent then analyzed using GC-MS. The analysis showed that there were 48 possible compounds detected in the methanol extract and 18 possible compounds detected in the n-hexane extract of butterfly pea flower. The compound from the methanol extract which had the highest peak were d-Mannose, d-Glycero-d ido-heptose, and Galacto-heptulose. While the compounds from the n-hexane extract that had the highest peak were Longipinocarvone, Acetic acid, 3-hydroxy-6-isopropenyl-4,8a-dimethyl-1,2,3,5,6,7,8,8a-octahydronaphthalen-2 -yl ester, and 10-12-Pentacosadiynoic acid. Keywords : Clitoria ternatea L, butterfly pea flower, GC-MS ABSTRAK Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) merupakan bunga yang dapat tumbuh sebagai tanaman hias maupun tanaman liar dengan kelopak tunggal berwarna ungu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia dari bunga Telang. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi serbuk kering bunga Telang menggunakan pelarut metanol dan n-heksan kemudian dianalisis menggunakan GC-MS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 48 kemungkinan senyawa yang terdeteksi dalam ekstrak metanol dan 18 kemungkinan senyawa yang terdeteksi dalam ekstrak n-heksan bunga Telang. Senyawa dari ekstrak metanol yang memiliki puncak tertinggi yaitu d-Mannose, d-Glycero-d ido- heptose, dan Galacto-heptulose. Sedangkan senyawa dari ekstrak n-heksan yang memiliki puncak tertinggi yaitu Longipinocarvone, Acetic acid, 3-hydroxy-6-isopropenyl-4,8a-dimethyl-1,2,3,5,6,7,8,8a-octahydronaphthalen-2-yl ester, dan 10-12-Pentacosadiynoic acid.Kata kunci : Clitoria ternatea L, kembang Telang, GC-MS