
Uji Patogenisitas Jamur Metarhizium rileyi (Farlow) Isolat Tomohon Terhadap Larva Ulat Grayak Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae)
Author(s) -
Indry Angelia Mullo,
Parluhutan Siahaan,
Lalu Wahyudi
Publication year - 2022
Publication title -
jurnal bios logos
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2656-3282
pISSN - 2088-9569
DOI - 10.35799/jbl.v12i1.35828
Subject(s) - spodoptera , noctuidae , lepidoptera genitalia , biology , entomopathogenic fungus , larva , veterinary medicine , pest analysis , botany , metarhizium , horticulture , toxicology , biological pest control , metarhizium anisopliae , medicine , biochemistry , beauveria bassiana , gene , recombinant dna
The armyworm frugiperda (Spodoptera frugiperda) is one of the insect pests of the Order Lepidoptera that attacks corn plantations in Tomohon City. One of the efforts to control pests is the use of entomopathogens. This study aims to identify and analyze the pathogenicity of the entomopathogenic fungus Tomohon isolate against larvae S. frugiperda. This research was conducted in-vitro using experimental methods. Data were analyzed using probit analysis and Anova test at 95% level and the smallest significant difference test at 5% confidence level. The results showed that the entomopathogenic fungus that attacked the larvae of S. frugiperda was a species of Metarhizium rileyi. The mortality percentage of the treatment that killed the larvae the fastest until it reached an average mortality of 100%, namely spore density of 109 only took seven days after treatment (DAT). The LT50 value is 4 days, and the LC50 value is a concentration of 5.4. For the results of the analysis of the average mortality percentage of S. frugiperda carried out on four DAT using the ANOVA test, there were differences in the mortality of each treatment.Keywords: Metarhizium rileyi; entomopathogen; Spodoptera frugiperdaAbstrakUlat grayak frugiperda (Spodoptera frugiperda) merupakan salah satu hama serangga dari Ordo Lepidoptera yang menyerang perkebunan jagung di Kota Tomohon. Salah satu upaya untuk mengendalikan hama yaitu dengan pemanfaatan entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis patogenisitas jamur entomopatogen isolat Tomohon terhadap Larva S. frugiperda. Penelitian ini dilakukan secara in-vitro dengan menggunakan metode eksperimental. Data dianalisis menggunakan analisis probit dan uji Anava pada taraf 95% dan uji beda nyata terkecil pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur entomopatogen yang menyerang larva S. frugiperda merupakan spesies Metarhizium rileyi. Persentase mortalitas perlakuan yang paling cepat mematikan larva hingga mencapai rata-rata mortalitas 100% yaitu kerapatan spora 109 konidium/ml hanya membutuhkan waktu tujuh hari setelah perlakuan (HSP). Nilai LT50 yaitu 4 hari, dan nilai LC50 yaitu konsentrasi 105,4 konidium/ml. Untuk hasil analisis rata-rata persentase mortalitas S. frugiperda pada empat HSP dengan menggunakan uji anava menunjukkan adanya perbedaan pada mortalitas tiap perlakuan.Kata Kunci: Metarhizium rileyi; entomopatogen; Spodoptera frugiperda