z-logo
open-access-imgOpen Access
Hasil diagnostik Mycobacterium tuberculosis pada penderita batuk ≥2 minggu dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen di Puskesmas Ranomuut dan Puskesmas Kombos Manado
Author(s) -
Ramalia P. Mohamad,
John Porotu’o,
Heriyannis Homenta
Publication year - 2016
Publication title -
jurnal e-biomedik
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2337-330X
DOI - 10.35790/ebm.4.2.2016.14264
Subject(s) - ziehl–neelsen stain , medicine , acid fast , mycobacterium tuberculosis , sputum , pulmonary tuberculosis , tuberculosis , pathology
The common symptom of lung disease is cough which is usually recovered after 2-3 weeks. However, if the cough persists continually then it should be paid attention seriously ith detect Mycobacterium tuberculosis in the sputum of patients with cough ≥2 weeks at Puskesmas Ranomuut and Puskesmas Kombos (primary health centers) in Manado by using the Ziehl-Neelsen staining method. This was a descriptive study using total sampling from August to November 2016. The results showed that there were 25 patients with cough ≥2 weeks; 7 patients at Puskesmas Ranomuut and 18 patients at Puskesmas Kombos. The majority of patients were male (68%) and aged 15-34 years old (44%). The Ziehl-Neelsen staining of patients’ sputum revealed that at Puskesmas Kombos there were 2 patients (11,1%) with positive acid-fast bacilli meanwhile at Puskesmas Ranomuut there was no positive result. Conclusion: Acid-fast bacilli were detected in 11.1% patients with cough ≥2 weeks at Puskesmas Kombos only. Keywords: Mycobacterium tuberculosis, pulmonary tuberculosis, Ziehl-Neelsen Abstrak: Gejala penyakit paru yang paling sering ditemukan ialah batuk. Batuk biasanya akan membaik dalam 2-3 minggu namun bila batuk terjadi terus-menerus perlu diselidiki lebih lanjut karena merupakan gejala utama dari penyakit tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kuman Mycobacterium tuberkulosis dalam dahak penderita batuk ≥2 minggu di Puskesmas Ranomuut dan Puskesmas Kombos dengan pemeriksaan mikrobiologi menggunakan teknik pewarnaan Ziehl-Neelsen. Jenis penelitian ialah deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan cara total sampling dalam kurun waktu Agustus-November 2016. Hasil penelitian mendapatkan 25 pasien batuk ≥2 minggu terdiri dari 7 pasien di Puskesmas Ranomuut dan 18 pasien di Puskesmas Kombos. Jumlah pasien laki-laki (68%) lebih banyak dibandingkan perempuan (32%) dengan usia terbanyak 15-34 tahun (44%). Pada pemeriksaan BTA di Puskesmas Ranomuut tidak ditemukan pasien dengan BTA positif sedangkan di Puskesmas Kombos terdapat 2 pasien dengan BTA positif (11,1%). Simpulan: Kuman BTA positif dalam sputum penderita batuk ≥2 minggu sebanyak 2 orang (11,1%) hanya di Puskesmas Kombos.Kata kunci: Mycobacterium tuberculosis, tuberkulosis paru, Ziehl-Neelsen

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom