
GAMBARAN BAKTERI RESISTENSI HgCl2 DAN FENIL MERKURI YANG DIAMBIL DARI FESES, URIN, DAN KARANG GIGI PADA INDIVIDU YANG TINGGAL DI DAERAH PESISIR PANTAI DI DESA KEMA II
Author(s) -
Glenaldy Rondonuwu,
Billy J. Kepel,
Widhi Bodhi
Publication year - 2014
Publication title -
jurnal e-biomedik
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2337-330X
DOI - 10.35790/ebm.2.3.2014.6007
Subject(s) - mercury (programming language) , microbiology and biotechnology , biology , chemistry , food science , computer science , programming language
Mercury as one of the dangerous contaminants, are neurotoxins and enter into aquatic ecosystems through atmospheric deposition or derived from industrial waste externalization. Methods: This research using descriptive and exploratory method. After getting the sample (feces, urine, tartar), the study followed by laboratory tests. Result: It was found that bacterias resistant to HgCl2: streptococcus sp, E. coli, and clostridium sp, while the bacterias that resistant to phenyl mercury: bacillus sp and sp aeroccus. Keywords: Bacteria Resistance, HgCl2, Phenyl Mercury, Feces, Urine, Tartar, Coastal Marine. Abstrak: Merkuri sebagai salah satu zat pencemar yang berbahaya, bersifat neurotoksin dan masuk ke dalam ekosistem akuatik melalui deposisi atmosferik, maupun berasal dari eksternalisasi limbah industry. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dan bersifat eksploratif. Kemudian setelah mendapatkan sampel (feses, urin, karang gigi), penelitian dilanjutkan dengan pemeriksaan lab. Hasil: Didapatkan bakteri yang resisten terhadap HgCl2 : streptococcus sp, E.Coli, dan clostridium sp. Sedangkan bakteri yang resisten terhadap fenil merkuri: bacillus sp dan aeroccus sp. Kata kunci: Bakteri Resistensi, HgCL2, Fenil Merkuri, Feses, Urin, Karang Gigi, Daerah Pesisir Pantai.