
Neuropati Optik Traumatik: Gambaran 13 Kasus Berdasarkan Radiologi dan Awitan Terapi Kortikosteroid di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
Author(s) -
Made Paramita Wijayati,
Syntia Nusanti,
Machfud Sidik
Publication year - 2021
Publication title -
ophthalmologica indonesiana
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2460-545X
DOI - 10.35749/journal.v47i2.100313
Subject(s) - medicine , gynecology , physics
Tujuan penelitian: neuropati optik traumatik adalah kondisi langka dan berpotensi mengancam penglihatan yang disebabkan oleh trauma mata atau kepala. Akson saraf optik dapat rusak baik secara langsung maupun tidak langsung. Penatalaksanaan neuropati optik traumatik dapat diamati, pemberian steroid atau dekompresi. Di pusat yang tidak dilakukan dekompresi, steroid dosis tinggi lebih disukai untuk pasien neuropati optik traumatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik (usia rata-rata dan jenis kelamin, onset trauma, gejala terbanyak, ketajaman visual, refleks konsensual sebagai tanda), gambaran radiologi, dan awitan terapi kortikosteroid pada neuropati optik traumatik pasien.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang datanya dianalisis secara retrospektif dari rekam medis.
Hasil: dari 13 kasus jenis kelamin yang paling banyak terkena adalah laki-laki (76,9%). Rerata kelompok umur 32,85 ± 14,67 tahun dengan penglihatan kabur dan perdarahan merupakan gejala yang paling umum, timbulnya trauma dibawah 24 jam (76,9%), ketajaman penglihatan awal ada persepsi cahaya dan gerakan tangan dengan refleks konsensual negatif (76,9%). Peningkatan ketajaman penglihatan dengan terapi kortikosteroid awal dibawah 24 jam sebanyak 7 kasus dan lebih dari 24 jam sebanyak 2 kasus. Dari 9 kasus dengan perbaikan ketajaman visual, terdapat 4 kasus dengan fraktur orbital dan 5 kasus tanpa fraktur orbita.
Kesimpulan: perbaikan visual dalam kasus kami lebih banyak terjadi pada terapi kortikosteroid awal lebih dari 24 jam dan tidak ada fraktur orbita.