z-logo
open-access-imgOpen Access
Menalar Asumsi Takfirisme
Author(s) -
Ahmad Muhdhor
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal icmes
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2621-7341
pISSN - 2580-5657
DOI - 10.35748/jurnalicmes.v1i2.11
Subject(s) - humanities , art , philosophy
Artikel ini membahas paradigma yang selama ini digunakan oleh kelompok-kelompok teror yang mengatasnamakan Islam, yaitu takfirisme, yang memandang bahwa membunuh pihak lain yang dianggap kafir adalah sebuah tugas agama. Dalam artikel ini dibahas secara deskriptif kritikan Ḥātim al-'Awnī terhadap berbagai asumsi takfirisme. Dalam paparannya, al-'Awnī mengkritisi pembacaan teks wahyu dengan pendekatan tekstualis. Karena menurutnya, tekstualisme itulah yang mengantarkan mereka kepada pemikiran takfir klasik ala Khawarij. Sisi lain yang dikritisi dari asumsi takfirisme adalah overgeneralisasi dalam melihat tindakan seseorang yang menurut mereka mengindikasikan kekafiran. Menurut al-'Awnī, paling tidak ada dua variabel yang menjadikan vonis kafir menjadi tidak valid. Dua hal tersebut adalah ketidaktahuan dan takwil. Pelaku sebuah tindakan yang mengindikasikan kekafiran tidak layak dikafirkan jika yang ia lakukan berawal dari ketidaktahuannya. Demikian pula jika yang dilakukannya berawal dari interpretasi berbeda terhadap teks wahyu, vonis kafir terhadapnya menjadi salah alamat. Sisi lain yang terungkap dari pemaparan al-'Awnī adalah bahwa pemikiran takfirisme memang ada dalam rumusan para tokoh Wahabisme di Arab Saudi sejak era Muḥammad bin Abdul Wahhāb.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here