z-logo
open-access-imgOpen Access
Metode Pemahaman Hadist Menurut Muhammad Al-Ghazali
Author(s) -
Didi Suardi
Publication year - 2020
Publication title -
al-bayan
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2621-3699
pISSN - 2615-2568
DOI - 10.35132/albayan.v4i1.104
Subject(s) - humanities , philosophy
Hadist sebagai sumber pokok ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur`an. Untuk memahaminya secara mendalam dibutuhkan kajian secara komprehensif dengan metode dan pendekatan yang benar agar mampu menangkap maksud dan kandungan dalam sebuah hadist. Sesuai dengan perkembangan zaman, para ulama kontemporer terus mencoba memahami sebuah hadist dengan metode pemahaman mereka masing-masing. Di antara ulama kontemporer tersebut yaitu Muhammad al-Ghazali. Muhammad al-Ghazali menawarkan beberapa metode untuk memahami hadist Nabi Muhammad SAW. Metode pemahaman hadist dan implementasinya yang dikemukakan oleh Muhammad al-Ghazali telah memberi kontribusi yang cukup besar dalam menjawab berbagai persoalan umat Islam saat ini. Metode pemahaman hadist yang ditawarkan oleh Muhammad al-Ghazali dalam kitabnya as-Sunnah an-Nabawiyah dimana sebuah hadist harus diukur berdasarkan 4 (empat) kriteria keshahihan matan hadist, Pertama: Matan hadist harus sesuai dengan al-Qur`an, Kedua: Matan hadist harus sesuai hadist shahih lainnya, Ketiga: Matan hadist harus sesuai dengan fakta sejarah, dan Keempat: Matan hadist harus sesuai dengan kebenaran Ilmiah. Artinya setiap hadist yang bertentangan dengan prinsip ajaran al-Quran, fakta sejarah dan kebenaran ilmiah menurutnya ditolak.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here