Research Library

open-access-imgOpen AccessTinjauan Sosio Kultur tentang Posisi Anak dalam Keluarga Israel Kuno
Author(s)
Noh Ibrahim Boiliu,
Aeron Frior Sihombing,
Fibry Jati Nugroho,
David B.W. Pandie
Publication year2020
Publication title
epigraphe
Resource typeJournals
PublisherSekolah Tinggi Teologi Torsina
The strong ties of kinship that are built provide clues to the social processes that occur in the early Israeli society. This includes education as a social process. The Israelites want children, especially boys, this is intended to perpetuate family lines and wealth, and to preserve ancestral heritage. Since the name defines or indicates the existence or essence means expressing the character and purpose carried. The name expresses hope. Boys are growing up to adulthood, so they are entrusted to their father. One of the most sacred duties of a father is to teach his children about the teachings of true religion.AbstrakKuatnya ikatan kekerabatan yang dibangun memberikan petunjuk pada proses sosial yang terjadi dalam masyarakat Israel. Termasuk di dalamnya pendidikan sebagai salah satu proses sosial. Bangsa Israel menginginkan anak terutama anak laki-laki, ini dimaksudkan untuk mengabadikan garis ke-luarga, dan untuk melestarikan warisan leluhur. Nama mendefinisikan atau menunjukkan keberadaan atau esensinya; nama mengungkapkan karakter dan tujuan yang diusung; nama mengekspresikan harapan. Anak laki-laki da-lam masa pertumbuhan untuk dewasa, dipercayakan kepada ayahnya. Salah satu tugas yang paling sakral dari seorang ayah adalah mengajar anaknya ten-tang ajaran agama yang benar.
Subject(s)art , ethnology , humanities , sociology
Language(s)English
ISSN2579-9932
DOI10.33991/epigraphe.v4i2.195

Seeing content that should not be on Zendy? Contact us.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here