
Perilaku Retak Pelat Beton Bertulang Akibat Beban Statik
Author(s) -
Agoes Soehardjono Fitrayuddin
Publication year - 2013
Publication title -
prokons /prokons
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2714-8815
pISSN - 1978-1784
DOI - 10.33795/prokons.v7i1.31
Subject(s) - physics , humanities , art
Masalah lebar retak merupakan hal yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut, kajian riset tentang lebar retak, baik dari teori klasik sampai sekarang masih dibahas dalam sejumlah artikel jurnal. Adapun maksud penelitian ini adalah membuktikan lebar retak komposit pelat dengan variasi tulangan akibat beban statik. Pengujian ini menggunakan pelat dengan ukuran 170x60x20 cm diletakkan diatas tumpuan sederhana. Beban diberikan secara bertahap sampai mencapai retak yang diijinkan (ACI committee 224) sebesar 0,4 mm, benda uji dibuat sebanyak 6 benda uji masing-masing 3D13, 4D13, 5D13, 6D13, 5D16, 6D16. Dari 6 benda uji yang diteliti dapat diuraikan bahwa setelah mencapai retak awal, penambahan beban dilakukan tiap 1 kN agar data yang diperoleh lebih akurat. Kaitannya dengan spasi tulangan, perambatan retak lebih lambat sesuai dengan spasi tulangan pada masing-masing benda uji. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa semakin banyak tulangan yang dipasang (ρ semakin besar) maka lebar retak maksimum semakin kecil. Berdasarkan grafik hubungan antara tegangan baja dan lebar retak antara eksperimen, peraturan dan peneliti ternyata bahwa pengaruh angka tulangan ρ pada beban statik adalah: 1.Hasil peraturan dan peneliti relatif lebih linier dibandingkan dengan eksperimen. 2. Hasil eksperimen lebih besar dibandingkan dengan hasil peraturan dan peneliti, hasil peraturan lebih kecil dari hasil peneliti. 3. Retak awal pada peraturan dan peneliti lebih cepat dibandingkan dengan hasil eksperimen tetapi perambatan retak eksperimen lebih cepat dari hasil peneliti dan peraturan. Kata-kata kunci: lebar retak, beban statik, tegangan baja.