z-logo
open-access-imgOpen Access
SAJAK-SAJAK IRIANTO IBRAHIM DALAM SITUS KESEDIHAN ANALISIS: SEMIOTIK RIFFATERRE
Author(s) -
Kahar Muzakar,
Sumiman Udu,
La Ode Sahidin
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal pendidikan bahasa/jurnal pendidikan bahasa
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2502-4183
pISSN - 2252-9896
DOI - 10.33772/jpb.v10i1.16805
Subject(s) - humanities , art
Abstrack: Penelitian bertujuan menemukan makna, hubungan, sejarah dan latar belakang terciptanya sajak-sajak Irianto Ibrahim. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sajak-sajak Irianto Ibrahim dalam Situs Kesedihan yaitu Sajak Pada Suatu Hari, Sajak Percakapan Selepas Hujan, dan Sajak Yang Berakhir dengan Pertanyaan. Sajak-sajak yang ditulis pada Januari tahun 2019 ini terbagi dalam tiga judul. Namun dilihat dari alur waktu, ketiganya saling terhubung serta melengkapi. Terdapat rentetan cerita yang coba dilanjutkan kembali pada sajak-sajak selanjutnya, mengandung bahasa kiasan dan tanda-tanda menggunakan konotasi dari alam yang menarik untuk ditinjau maknanya. Aspek tersebut dianaliasis dari data berupa buku antologi puisi Situs Kesedihan rangkaian Toni Lesmana menggunakan pendekatan semiotik Riffaterre. Tujuannya untuk mengungkap makna sajak-sajak Irianto Ibrahin dalam Situs Kesedihan. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam sajak Pada Suatu Hari, sajak Percakapan Selepas Hujan, dan sajak Yang Berakhir dengan Pertanyaan karya Irianto Ibrahim memiliki makna yang kompleks dan saling berhubungan satu sama lain. Hal tersebut dapat dilihat pada rangkain pencarian makna yang dilakukan menggunakan semiotik Riffaterre.  Kata Kunci: Irianto Ibrahim; Makna Sajak; Semiotik Riffaterre; Situs Kesedihan

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here