z-logo
open-access-imgOpen Access
Dilema Penerapan Sanksi Pelanggaran Lalu Lintas Terhadap Anak
Author(s) -
Ariefulloh Ariefulloh,
Abd. Asis,
Maskun Maskun
Publication year - 2019
Publication title -
jambura law review
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2656-0461
pISSN - 2654-9255
DOI - 10.33756/jalrev.v1i2.2077
Subject(s) - humanities , political science , physics , philosophy
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanksi pelanggar lalu lintas oleh anak pasca penerapan e-tilang dan bentuk tindak lanjut oleh aparat penegak hukum terhadap anak yang ditilang. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (empirical research). Dalam rangka memperoleh data yang relevan dengan kebutuhan penelitian ini,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi pelanggar lalu lintas oleh anak dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang sistem peradilan pidana anak dan peraturan pemerintah tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak Yang Belum Berumur 12 (Dua Belas) Tahun. Penindakan terhadap pelanggar anak, dilakukan dengan meneruskan berkas pelanggaran anak yang bersangkutan ke Pengadilan dan dijatuhi sanksi berupa denda. Penindakan lanjutan oleh aparat penegak hukum terhadap anak yang ditilang di Kab, Konawe adalah dalam bentuk penjatuhan sanksi Pidana Denda. Aparat penegak hukum masih belum menerapkan UU SPPA khususnya dalam penanganan tindak pidana pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here