
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Jabatan Fungsional Perekayasa Terhadap Kinerja Pegawai Balai Besar Aerodinamika, Aeroelastika, dan Aeroakustika di Kawasan Puspiptek Setu, Tangerang Selatan
Author(s) -
Didi Sunardi
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal madani
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2615-0654
DOI - 10.33753/madani.v3i1.105
Subject(s) - business administration , leadership style , mathematics , management , psychology , social psychology , business , economics
The purpose of this study was to determine the effect of leadership style and functional career civil engineer on the performance of BBTA3-BPPT. The variables studied were the style of leadership and career engineer functional as independent variables and employee performance BBTA3-BPPT as the dependent variable. Design research conducted in the preparation of this thesis is Associative quantitative research that aims to determine the relationship between two or more variables describe or reveal a problem, situation, event or revealing facts as they are deeply and try to find a solution or solutions to problems. The data used is the result of the employee questionnaires BBTA3-BPPT. The data is then analyzed by using the correlation coefficient, determination and test F-hitung t-hitung and then compared with T-table and F-table. The results showed that leadership style BBTA3-BPPT in Setu Tangerang can be good, because the overall average value of 3.91 is in the interval 3.40 to 4.19, and engineer functional career can be good, because the value of overall average of 3.81 is pad interval from 3.40 to 4.19. While the performance of employees BBTA3-BPPT in southern Setu Tangerang can be good, because the overall average value of 4.19 is the interval from 3.40 to 4.19. The results of the correlation coefficient (r) of 0394 can be summed up the effect of the variable X1 (leadership style) X2 (Functional Career Engineers) to variable Y (employee performance) where the relationship is positive. The results of calculation for 5923 F-hitung further consultation with the F-table with dk = k numerator and denominator dk = (nk-1) with a 5% error level the importance of the F-table = 3.14. Provisions applicable F-hitung greater than F table (5923> 3.14), it can be stated that the multiple correlation is significant. Thus the null hypothesis (Ho) that states there is no effect between leadership styles and career engineer functional effect on employee performance is rejected, while the alternative hypothesis (Ha) is accepted. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan karir jabatan fungsional perekayasa terhadap kinerja pegawai BBTA3 BPPT. Variabel yang diteliti adalah gaya kepemimpinan dan karir jabatan fungsional perekayasa sebagai variabel bebas dan kinerja pegawai sebagai variabel terikat.Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Asosiatif kuantitatif, data yang digunakan adalah hasil kuisioner dari pegawai BBTA3 BPPT. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode koefisien korelasi, determinasi dan uji t-hitung dan F-hitung kemudian dibandingkan dengan t-tabel dan F-tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan BBTA3 BPPT di Setu Tangerang Selatan dapat dikatakan baik, karena nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,91 berada pada interval 3,40 – 4,19, dan karir jabatan fungsional perekayasa dapat dikatakan baik, karena nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,81 berada pad interval 3,40-4,19. Sedangkan kinerja pegawai dapat dikatakan baik, karena nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,19 berada pada interval 3,40 – 4,19. Hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0.394 dapat disimpulkan adanya pengaruh antara variabel X1 (gaya kepemimpinan) X2 Karir Jabatan Fungsional Perekayasa) terhadap variabel Y (kinerja pegawai) dimana hubungan tersebut positif. Hasil perhitungan harga F-hitung sebesar 5.923 selanjutnya dikonsultasikan dengan F-tabel dengan dk pembilang = k, dan dk penyebut = (n-k-1) dengan taraf kesalahan 5% maka didapat Ftabel = 3.14. Ketentuan yang berlaku untuk F-hitung lebih besar dari Ftabel (5.923 > 3.14) maka dapat dinyatakan bahwa korelasi ganda tersebut signifikan. Dengan demikian hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan dan karir jabatan fungsional perekayasa terhadap kinerja pegawai ditolak, sedangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima.