
KONDISI HATI TIKUS BETINA AKIBAT INDUKSI 7,12-DIMETHYL BENZ(?)ANTHRASEN (DMBA) DAN PENYEMBUHANNYA DENGAN PROPOLIS DAN NANOPROPOLIS INDONESIA
Author(s) -
Akhmad Endang Zainal Hasan,
E. Mulyati Effend,
Agus Setiyono,
Bayu Sandi
Publication year - 2014
Publication title -
fitofarmaka
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2622-755X
pISSN - 2087-9164
DOI - 10.33751/jf.v4i1.181
Subject(s) - propolis , traditional medicine , chemistry , pharmacology , medicine
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek farmakologis propolis dan nanopropolis untuk pengobatan penyakit hati pada tikus betina yang diinduksi senyawakarsinogenik 7,12 - dimetilbenz(?)antasena (DMBA). Penelitian dilakukan dengan mengamatihistopatologi dan makroskopik hati pada 28 ekor tikus betina galur Sprague - Dawley. Tikuspercobaan dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan dengan 6 kelompok yang diinduksi DMBA(Kelompok I- VI ) dan 1 kelompok sebagai kontrol normal. Kelompok I sebagai kontrolnegatif diberi 1 ml NaCl secara injeksi intraperitoneal (ip). Kelompok II - IV diberinanopropolis 8; 32 dan 56 ppm ip. Kelompok V diberi ekstrak ethanol propolis 233 ppm ip,kelompok VI sebagai kontrol positif diberikan doxorubixin ip dan kelompok VII sebagaikontrol normal diberi penyediaan akuades. DMBA diinduksi selama 11 minggu danpengobatan dilakukan 15 minggu. Setiap minggu tikus ditimbang bobotnya dan diperiksaterhadap inisiasi tumor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol propolis 233 ppmdan nanopropolis konsentrasi 32 dan 56 ppm dapat mempertahankan kondisi optimal hatitikus. Efeknya adalah setara dengan kontrol normal.