z-logo
open-access-imgOpen Access
Ketidaklangsungan Ekspresi dalam Kumpulan Puisi Manusia Istana Karya Radhar Panca Dahana (Kajian Stilistika)
Author(s) -
Siti Aisyah,
Noor Indah Wulandari
Publication year - 2016
Publication title -
stilistika
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 2527-4104
DOI - 10.33654/sti.v1i2.359
Subject(s) - art , humanities , panca , physics , medicine , vasculitis , disease , pathology , anti neutrophil cytoplasmic antibody
Penelitian ini membahas tentang ketidaklangsungan ekspresi dalam kumpulan puisi Manusia Istana. Tujuan penelitian ini untuk (a) mendeskripsikan metafora dan metonimi pada kumpulan puisi Manusia Istana karya Radhar Panca Dahana, yang merupakan ketidaklangsungan ekspresi puisi yang disebabkan oleh penggantian arti; (b) mendeskripsikan keambiguitasan, kontradiksi, dan nonsense pada kumpulan puisi Manusia Istana karya Radhar Panca Dahana, yang merupakan ketidaklangsungan ekspresi puisi yang disebabkan oleh penyimpangan arti, dan (c) mendeskripsikan persajakan (rima), enjambemen dan tipografi pada kumpulan puisi Manusia Istana karya Radhar Panca Dahana, yang merupakan ketidaklangsungan ekspresi puisi yang disebabkan oleh penciptaan arti. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitia ini adalah puisi Manusia Istana karya Radhar Panca Dahana yang diterbitkan oleh PT Bentang Pustaka Yogyakarta tahun 2015 dengan tebal 166 halaman dengan 32 judul puisi. Adapun judul puisi yang dianalisis sebanyak 5 buah judul puisi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Kemudian untuk menganalisis data penelitian ini dilakukan dengan tahap awal, pengkodean, dan klasifikasi. Hasil penelitian inidisimpulkan  sebagai berikut. Analisis ketidaklangsungan ekspresi terhadap lima judul puisi karya Raddhar Panca Dahana terdiri atas: (a) Penggantian arti yang terdiri dari: tujuh buah metafora dan sembilan buah metonimi; (b) Penyimpangan arti yang terdiri dari: sepuluh buah keambiguitasan, lima buah kontardiksi, dan enam buah nonsense, dan (c) Penciptaan arti yang terdiri dari: rima dengan konsonan h, k, m dan vocal a, i, u  yang mendominasi, empat buah enjambemen, dan tipografinya menggunakan huruf besar-kecil, menggunakan banyak tanda baca, sebagian lariknya menjorok ke dalam, sebagian puisi menggunakan angka-angka.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here