
POLA KETERBUKAAN DIRI ANTARA PERAWAT DAN LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL
Author(s) -
Ayu Yuhanis,
Richa Rahayu Mtd,
Hilman Ramayadi
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal ilmiah signal/jurnal signal
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-1090
pISSN - 2337-4454
DOI - 10.33603/signal.v8i2.3323
Subject(s) - humanities , psychology , art
Hubungan anak dengan orang tua semakin renggang. Kesibukan yang melanda kaum muda hampir menyita seluruh waktunya sehingga mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk memikirkan orang tua. Kondisi seperti ini menyebabkan kurangnya komunikasi antara orang tua dengan anak, kurangnya perhatian dan pemberian perawatan terhadap orang tua sehingga orang tua merasa terasingkan dan lebih memilih tinggal di panti sosial. Oleh karena itu peneliti ingin menggambarkan proses komunikasi yang dilakukan oleh perawat dan lansia dan bagaimana pola keterbukaan diri antara perawat dan lansia di Panti Sosial Sasana Tresna Cipocok Jaya Serang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif , data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori penetrasi sosial, dimana proses ikatan yang menggerakkan suatu hubungan dari yang superficial menjadi lebih intim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin sering berinteraksi semakin kita mengetahui dan memahami karakter seseorang (perawat atau klien lansia), kedua belah pihak akan memberikan perhatian secara keseluruhan sehingga mulai terbiasa bersikap terbuka, santai, lebih akrab dan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dan juga mampu menilai dan menduga perilaku lawan bicaranya. Pola komunikasi dalam proses keterbukaan diri antara perawat dan lansia di panti sosial sasana tresna werdha cipocok jaya serang adalah pola komunikasi sirkuler karena terjadinya umpan balik antara perawat dan lansia dalam melakukan interaksi.Kata-kata Kunci: Pola keterbukaan diri, Perawat, Lanjut usia